Loading...
Loading…
LPDB-KUMKM Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

LPDB-KUMKM Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Ekonomi | genpi.co | Jumat, 21 Januari 2022 - 09:35

GenPI.co - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berupaya meningkatkan digitalisasi dalam bisnis proses, termasuk manajemen tata kelola keuangan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya inovasi digital, termasuk dengan budaya kerja yang lebih profesional dan akuntabel.

Dia berharap berbagai inovasi itu membuat budaya kerja makin baik dan profesional.

"Sekarang pembayaran operasional kami tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi pembayaran kartu," kata Supomo di Jakarta, Kamis (21/1).

Supomo menjelaskan, proses digital tidak hanya dari sisi bisnis proses, tetapi juga diimplementasikan ke beberapa hal teknis.

Misalnya, absensi pegawai, perhitungan indeks kinerja utama, dan klinik kesehatan LPDB-KUMKM.

"Semua kami lakukan. Harapannya makin memudahkan dan juga efisiensi yang menunjang green business process," kata Supomo.

Supomo berjanji tidak akan berhenti melakukan inovasi digital dalam mendukung kinerja penyaluran dana bergulir kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Keuangan LPDB-KUMKM Ahmad Nizar mengatakan, target penyaluran dana bergulir naik dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada 2022.

Menurut dia, hal itu menjadikan inovasi digital dalam tata kelola keuangan sangat penting dilakukan.

Pihaknya menilai kenaikan target tersebut merupakan tantangan bagi LPDB-KUMKM.

LPDB-KUMKM harus memastikan koperasi mendapat perkuatan permodalan dari pemerintah," kata Ahmad Nizar.

Menurutnya, LPDB-KUMKM membutuhkan inovasi dan digitalisasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mengedepankan efisiensi, transparansi, dan akuntabel.

"Sudah tiga tahun LPDB-KUMKM telah mengembangkan sistem digitalisasi, ucap Nizar.

Dia mengatakan, tantangan saat pandemi virus corona (covid-19) lebih besar.

Dahulu bisa bertatap muka bertemu koperasi, sedangkan saat ini tidak bisa dan didorong menggunakan digitalisasi," tambah Nizar.

Nizar menyebut digitalisasi yang sudah dilakukan LPDB-KUMKM terbagi dalam beberapa bagian.

Pertama, dari sisi penyaluran pinjaman/pembiayaan. Dia menjelaskan, LPDB-KUMKM melakukan inovasi melalui e-proposal guna memudahkan koperasi dalam mengajukan pinjaman/pembiayaan.

Dengan e-proposal itu, LPDB-KUMKM juga didorong lebih transparan. Selain itu, koperasi bisa melihat proses sudah berlangsung.

Kedua, dari sisi controling (pembiayaan). Nizar menjelaskan, manajemen bisa melihat sumber permasalahan.

Dari sisi transparansi, ini lebih bagus. Ketiga, dari sisi akuntabilitas. Apabila diperiksa pihak eksternal, proses yang sudah dijalani bisa dilihat dengan jelas dan terbuka," kata Nizar.

Nizar mengatakan, dari sisi tata kelola keuangan, LPDB-KUMKM sudah melakukan banyak inovasi.

Di antaranya, kartu piutang mitra tidak secara manual lagi, tetapi melalui sistem.

Nizar menjelaskan transaksi perbankan sekarang sudah dengan cash management system (CMS).

Selain itu, kata Nizar, LPDB-KUMKM sudah bekerja sama dengan bank-bank mitra yang membantu menyalurkan dana bergulir.

Jadi, di mana pun direksi berada, pencairan dana bergulir terus berjalan," jelas Nizar.

Menurut Nizar, selain memastikan inovasi digital terus dilakukan, hal yang menjadi kunci utama ialah perubahan budaya kerja yang mendukung inovasi tersebut.

"Yang utama ialah mengubah budaya kerja dan mengubah diri kita sendiri, dari yang sebelumnya manual menjadi lebih tersistem. Itu yang menjadi tantangan LPDB-KUMKM," jelasnya.

Nizar menjelaskan, hal yang tidak kalah penting ialah LPDB-KUMKM melakukan kolaborasi dan kerja sama antar badan layanan umum (BLU).

Selain itu, LPDB-KUMKM terus berkoordinasi terkait kebijakan, regulasi, dan program kerja dengan Kementerian Koperasi dan UKM selaku pembimbing teknis dan Kementerian Keuangan selaku pembina keuangan melalui pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (PPK BLU). (*)

Video heboh hari ini:

Original Source

Topik Menarik

{