Loading...
Loading…
Permohonan Tidak Biasa para Jutawan Dunia: Pajaki Kami Sekarang!

Permohonan Tidak Biasa para Jutawan Dunia: Pajaki Kami Sekarang!

Ekonomi | rakyatku | Kamis, 20 Januari 2022 - 10:47

RAKYATKU.COM - Lebih dari 100 jutawan membuat permohonan yang tidak biasa, Rabu (19/1/2022). Mereka menyerukan, "Pajaki kami sekarang!"

Seruan itu muncul saat sebuah studi yang didukung oleh beberapa orang kaya dan organisasi nirlaba menemukan bahwa pajak kekayaan pada orang-orang terkaya di dunia dapat bertambah USD2,52 triliun per tahun.

Jumlah itu cukup untuk membiayai vaksin COVID-19 bagi semua orang dan mengentaskan 2,3 miliar orang keluar dari kemiskinan.

Dalam sebuah surat terbuka pada pertemuan Davos secara daring dalam Forum Ekonomi Dunia, 102 jutawan termasuk pewaris Disney Abigail Disney, mengatakan bahwa sistem pajak saat ini tidak adil. Sengaja dirancang untuk membuat orang kaya makin kaya.

"Dunia, setiap negara di dalamnya, harus menuntut orang kaya membayarkan pajak mereka secara adil," kata surat tersebut. "Pajaki kami, orang kaya, dan pajaki kami sekarang."

Permohonan itu mengikuti laporan badan amal global Oxfam pekan ini yang menyatakan 10 orang terkaya di dunia menggandakan kekayaan mereka menjadi USD1,5 triliun selama dua tahun pertama pandemi, sementara ketidaksetaraan dan kemiskinan melonjak.

Baca Juga :
Terungkap, Pegawai Hotel Bocorkan Rahasia Aneh Orang Kaya saat Menginap

"Sebagai jutawan, kami mengetahui sistem pajak saat ini tidak adil," kata surat yang diedarkan oleh kelompok-kelompok termasuk Patriotic Millionaires, Millionaires for Humanity, Tax me Now, dan Oxfam.

"Sebagian besar kita dapat mengatakan, ketika dunia mengalami banyak penderitaan dalam dua tahun terakhir, kekayaan yang kita miliki benar-benar meningkat selama pandemi--namun hanya sedikit, jika ada, di antara kita yang dapat dengan jujur mengakui bahwa kita telah membayar pajak secara adil."

Para penandatangan termasuk pria dan wanita kaya dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, Denmark, Norwegia, Austria, Belanda, dan Iran. (*)

Sumber: AFP, VOA

Original Source

Topik Menarik