Soal Harga Minyak Goreng, Puan Singgung Langkah Negeri Jiran

Ekonomi | sindonews | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 22:45
Soal Harga Minyak Goreng, Puan Singgung Langkah Negeri Jiran

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar segera mengendalikan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, khususnya minyak goreng. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang tinggi menambah beban rakyat di masa pandemi Covid-19.

"Beberapa kebutuhan pokok seperti telur, bawang, dan cabai harganya belum kembali stabil sejak akhir tahun lalu. Bahkan minyak goreng pun juga masih mahal meski pemerintah sudah memberi acuan harga Rp14 ribu per liter," kata Puan, Sabtu (8/1/2022).

Dia mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jauh-jauh hari meminta jajarannya untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Puan pun menyoroti harga-harga sembako yang masih mahal meski sudah memasuki pekan kedua awal tahun.

"Kementerian terkait dan pemerintah daerah (pemda) perlu cepat merealisasikan arahan dari Presiden. Segera kendalikan harga-harga kebutuhan pokok agar dapat mengurangi beban rakyat," ucapnya.

Khusus untuk minyak goreng, Puan meminta pemerintah untuk menyalurkan minyak goreng murah bersubsidi secara merata. Hal tersebut karena sampai saat ini harga minyak goreng di pasaran masih berkisar Rp20 ribu per liter.

"Stok minyak subisidi masih sangat langka di pasaran, baik pasar tradisonal maupun ritel, sehingga warga masih belum merasakan program tersebut," ungkap Puan.

Pedangang di pasar-pasar tradisional menyebut masih menjual minyak dengan harga tinggi lantaran masih mendapat harga mahal dari agen. Oleh karena itu Puan meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat.

"Penyaluran minyak murah bersubsidi juga harus merata di seluruh daerah sehingga dapat dirasakan oleh rakyat," tuturnya.

Puan juga mengingatkan Pemerintah untuk menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) untuk pemda mengenai penyaluran subsidi minyak goreng murah. Dengan begitu, pemda dapat bergerak cepat menerapkan program minyak goreng subsidi di wilayahnya.

"Kami juga mendukung pemda menggelar sebanyak mungkin operasi minyak goreng agar dapat membantu masyarakat, khususnya warga kelas menengah ke bawah yang perekonomiannya belum stabil dampak Pandemi Covid-19," sebut Puan.

Mantan Menko PMK ini menilai persoalan harga minyak goreng yang mahal menjadi ironi. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

"Maka negara harus bisa memastikan rakyat dapat menikmati hasil bumi Tanah Airnya tanpa kesulitan," ucapnya.

Puan pun menyoroti bagaimana negara tetangga, yakni Malaysia dapat memberikan subsidi minyak goreng untuk warganya dengan cukup baik. Pemerintahan jiran itu diketahui menetapkan harga minyak goreng bersubsidi senilai RM 2,5 atau sekitar Rp8.500 per kilogramnya untuk kemasan sederhana.

"Kita juga berharap agar pemerintah bisa memberikan subsidi sebanyak-banyaknya untuk rakyat. Pemerintah harus mampu menstabilkan harga pangan. Dengan begitu, beban rakyat akan terbantu," tutup Puan.

Artikel Asli