Perbedaan USDT dan USD yang Perlu Diketahui

Ekonomi | inewsid | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 20:45
Perbedaan USDT dan USD yang Perlu Diketahui

JAKARTA, iNews.id - Meski sama-sama dipatok pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS), ada perbedaan USDT dan USD yang perlu diketahui, khususnya oleh investor mata uang kripto.

Perbedaan USDT dan USD terutama pada regulasi dan kebijakan yang menaunginya. Jika USD diatur dari regulasi Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), maka USDT regulasinya masuk ke dalam mata uang kripto yang dibuat perusahaan Tether Limited.

USDT (United State Dollar Tether) merupakan stablecoin yang nilainya dipatok pada United State Dollar (USD). USDT ini hadir untuk melindungi penggunanya dari volatilitas ruang mata uang kripto yang tinggi.

Dalam perdagangan bursa kripto, setiap token USDT bisa ditukar menjadi dolar AS melalui Tether Platform. Ide ini ditujukan untuk memanfaatkan peluang arbitrase berkecepatan tinggi tanpa menggunakan transfer bank yang lambat.

Seperti mata uang kripto lainnya, pertukaran USDT tetap menggunakan dolar AS, hanya saja sudah ditetapkan kisaran harga 1 dolar. Saat ini, USDT sudah berhasil masuk ke dalam jajaran 10 besar kapitaliasi pasar mata uang kripto.

USDT diciptakan Jan Ludovicus van der Velde, yang juga berperan sebagai CEO Bitfinex dan Tether Limited. Koin ini berjalan di blockchain Bitcoin melalui Protokol Layer Omni. Tujuan utama USDT adalah untuk memfasilitasi transaksi antara pertukaran mata uang kripto dengan kurs dolar Amerika Serikat.

Berikut perbedaan USDT dan USD yang perlu diketahui:

1. Penjaminan

Pada September 2017, Tether Limited menerbitkan sebuah memorandum dari kantor akuntan publik, yang menjelaskan bahwa token USDT dijamin dengan uang fiat dolar AS.

Namun, tentunya USDT tidak secara resmi dikeluarkan oleh lembaga berwenang, dalam hal ini The Fed, yang mengeluarkan USD.

Dengan demikian, tak ada jaminan bahwa USDT dijamin oleh USD. Kepemilikan token USDT tidak memiliki hak kontraktual, klaim hukum, ataupun jaminan terhadap kerugian seperti kepemilikan USD.

2. Mata Uang Kripto

USDT merupakan mata uang kripto, sedangkan USD merupakan mata uang real yang dikeluarkan secara resmi oleh The Fed sebagai alat pembayaran.

Sama halnya dengan Bitcoin dan Ethereum, USDT merupakan mata uang kripto yang dapat digunakan sebagai alat transaksi untuk membeli koin dan token lainnya.

Saat ini, USDT termasuk ke dalam pairing yang paling sering digunakan diberbagai bursa pertukaran mata uang crypto di dunia. Biasanya untuk membeli koin/token lainnya.

Misalnya saja, Bitcoin dipasangkan dengan USDT akan dibaca BTC/USDT. Begitu pun dengan Ethereum, ETH/USDT, dan masih banyak lagi.

3. Kontroversi USDT

Meski cukup populer, USDT juga penuh kontroversi. Misalnya pada Januari 2018, Tether Limited gagal melakukan audit yang membuktikan perusahaan tersebut benar memiliki cadangan uang dolar seperti yang diklaim.

Hal ini akhirnya menimbulkan kecurigaan regulator yang mengirim surat panggilan kepada pihak Tether Limited. Pada 2019, Jaksa Umum New York Letitia James menuduh perusahaan induk Tether Limited, yakni iFinex menyembunyikan kerugian sebesar 850 juta dolar AS dana investor yang digabungkan dengan dana nasabah.

Pihak kejaksaan mengklaim jika perusahaan itu pernah punya kantor perwakilan di New York dan melayani sejumlah warga Amerika Serikat.

Merespon hal itu, Tether Limited mengklaim dana itu tidak hilang melainkan disita dan diamankan oleh pihak ketiga, yakni Crypto Capital yang bermarkas di Swiss.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pada kenyataannya banyak bursa kripto yang menggunakan USDT untuk mempermudah transaksi.

3. Berpotensi Hilang

USDT tersedia pada beberapa jaringan blockchain. Misalnya saja, jaringan Ethereum (ERC20), Tron (TRC20), dan OMNI. Untuk mentransfer atau bertransaksi melalui jaringan blockchain, pemilik dan penerikma USDT harus memiliki wallet yang sama.

Misalnya, jika pengirim USDT menggunakan wallet ERC20, maka penerima USDT juga harus menggunakan wallet ERC20. Jika wallet yang digunakan berbeda, bahkan jika hanya salah satu huruf saja yang salah, maka dana yang dikirimkan bisa hilang di dalam jaringan blockchain.

Jika Anda tertarik memilii USDT dengan mata uang rupiah, sebaiknya daftarkan diri di bursa pertukaran yang terdaftar dan diawasi langsung oleh BAPPEBTI, seperti Pintu dan Indodax.

Untuk mengurangi terjadinya pencuncian uang dan kejahatan lainnya, kamu diwajibkan untuk melakukan verifikasi akun terlebih dahulu. Setelah proses ini selesai, kamu baru bisa membeli USDT dengan Rupiah.

Keunggulan mendaftar pada platform yang diawasi oleh BAPPEBTI adalah USDT ini nantinya dapat kamu tukarkan kembali menjadi Rupiah dan dikirimkan kembali ke rekening bank biasa.

Demikian perbedaan USDT dan USD yang perlu diketahui, agar Anda tidak salah dalam berinvestasi bahkan tertipu.

Artikel Asli