Disparitas Terlalu Tinggi, Harga Solar Subsidi Bakal Naik?

Ekonomi | okezone | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 18:06
Disparitas Terlalu Tinggi, Harga Solar Subsidi Bakal Naik?

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas ) menugaskan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT AKR Corporindo Tbk untuk menyalurkan 15,1 juta kiloliter minyak solar sepanjang 2022.

Penetapan kuota yang tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 102/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 dan Nomor 103/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 tanggal 27 Desember 2021 dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan negara.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, pemerintah sudah waktunya berusaha mengurangi beban subsidi pada subsidi solar.

Seharusnya sudah saatnya pemerintah setidaknya berusaha mengurangi beban subsidi pada BBM jenis solar, kata Sofyano dalam pesan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

Menurut dia, solar adalah bahan bakar yang disubsidi sangat besar, karena solar subsidi hanya dijual dengan harga Rp5.150 per liter sementara harga solar non subsidi mencapai sekitar Rp11.000 per liter, sehingga disparitas harga yang terjadi sangat besar atau sekitar Rp5.850 per liter.

Padahal penggunaan terbesar solar subsidi adalah untuk bisnis dan penggunaannya juga nyaris tak terukur. Hal ini beda dengan penggunaan elpiji (subsidi), per rumah tangga maksimal hanya menggunakan 3 tabung per bulan, ujar Sofyano.

Namun, sampai saat ini pemerintah belum pernah terdengar akan mengkoreksi naiknya harga jual solar subsidi, apalagi berencana melakukan pengalihan subsidi kepada pengguna yang tepat sasaran sebagaimana yang akan dilakukan terhadap elpiji bersubsidi.

Artikel Asli