Erick Thohir: RI Butuh Pekerja Terampil yang Paham Teknologi

Ekonomi | sindonews | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 15:40
Erick Thohir: RI Butuh Pekerja Terampil yang Paham Teknologi

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di masa depan tak boleh hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) semata. Indonesiaharus juga diperkuat oleh faktor lainnya, seperti ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) dan sumber daya manusia (SDM) yang paham teknologi.

"Knowledge based economy adalah hal yang penting, di sini kita bisa lihat kita harus memiliki skilled labor yang paham terhadap teknologi," ujar Erick Thohir di Universitas Sumatera Utara, Medan, Minggu (9/1/2022).

Dia menjelaskan, knowledge based economy ialah perekonomian yang secara langsung didasarkan atas produksi, distribusi serta penggunaan knowledge. Seperti diungkapkan pakar manajemen, Peter F Drucker, informasi dan pengetahuan akan menjadi kunci utama keberhasilan ekonomi di masa depan.

Erick mengatakan Indonesia diproyeksikan membutuhkan 17,5 juta tenaga kerja dan profesional, serta pengusaha muda yang mengerti dan bisa beradaptasi terhadap kemajuan teknologi di tahun 2045. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi penting karena saat ini dan di masa depan, infrastruktur digital menjadi akar dari kemajuan negara.

"Kita juga harus membangun kalau hari ini digitalisasi sekadar jaringan internet dan Wifi, tapi ke depan yang dibutuhkan adalah infrastruktur digitalisasi yang amat sangat penting, karena ini adalah backbone dari kekuatannya. Apa yang namanya healthtech, fintech, edutech, mediatech semua ke arah tersebut," tuturnya.

Erick mengatakan, pemerintah, termasuk Kementerian BUMN berupaya agar keberlanjutan pembangunan SDM Indonesia terus berjalan. Mengingat manusia memiliki umur yang terbatas, mempersiapkan peta jalan untuk terjadinya keberlanjutan menurutnya menjadi sangat penting.

Hal ini menjadi pesan Erick dalam menyambut Generasi Emas Indonesia di 2045. Generasi muda Indonesia, tegas dia, sudah harus produktif dan bukan lagi konsumtif demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju adil dan makmur.

"Allah SWT memberikan umur kepada kita terbatas, sedangkan saat ini eranya manusia menjadi pusat pertumbuhan melalui knowledge based economy, inovasi manusianya menjadi pusat pertumbuhan. Tidak bisa hanya mengandalkan pasar dan SDA," tutup Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut.

Artikel Asli