Krisis Ekonomi Venezuela, Rakyat Kesulitan Mencari Nafkah

Ekonomi | okezone | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 11:21
Krisis Ekonomi Venezuela, Rakyat Kesulitan Mencari Nafkah

JAKARTA Krisis ekonomi melanda Venezuela. Krisis dimulai sejak perekonomian Venezuela anjlok hingga 80% pada 2013 hingga 2021, kehadiran mata uang dolar di jalanan telah mengacaukan sektor formal.

Survei nasional yang dilakukan Universitas Katolik di Venezuela pada 2014-2021, jumlah pekerjaan formal menurun sebesar 4,4 juta. Jumlah itu setara dengan populasi produktif di negara itu. Sepanjang 2021 saja, sebanyak 1,3 juta pekerjaan formal telah tutup.

Selain itu, jumlah pekerjaan formal yang tersisa tidak sampai 40% dari total jumlah pekerja. Tetapi apabila studi lain dipertimbangkan, misalnya dengan mengukur jumlah pekerja informal melalui jumlah orang yang terdaftar dalam program jaminan sosial, maka jumlah pekerja formal menurun menjadi 20%. Angka itu merupakan yang terendah di Amerika Latin.

Krisis yang terjadi pada sektor formal tidak hanya berdampak pada orang-orang yang mencari nafkah di jalanan.

BBC Mundo mewawancarai seorang petugas penjaga keamanan yang kini menjadi tukang reparasi microwave, seorang insinyur yang kini memasang pipa ledeng, seorang guru yang berjualan selai dan saus pasta, serta guru lainnya yang bekerja di restoran pizza.

Banyak orang Venezuela mengandalkan pekerjaan sampingan. Beberapa di antaranya bekerja hingga tujuh hari dalam satu minggu, bahkan mendedikasikan waktu 12 jam per hari demi penghasilan tambahan.

Oscar, bukan nama sebenarnya, sebelumnya menjalani sekolah sebagai koki dan memulai bisnis perbankan online. Tetapi saat ini, dia menghasilkan uang melalui gim.

"Orang-orang bisa menghasilkan USD50 (Rp717.000) per bulan, lebih banyak dibandingkan upah minimum atau uang pensiun (yang hanya berkisar USD5 (Rp71.730) hingga USD10 (Rp143.460), tetapi itu pun belum cukup," kata Oscar.

Artikel Asli