Korsel-Jepang Desak Pemerintah Indonesia Buka Ekspor Batu Bara

Ekonomi | inewsid | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 10:58
Korsel-Jepang Desak Pemerintah Indonesia Buka Ekspor Batu Bara

JAKARTA, iNews.id - Larangan ekspor batu bara yang diterapkan pemerintah selama bulan Januari 2022 mendapat protes dari sejumlah negara. Setidaknya hingga saat ini ada dua negara yang mendesak agar larangan ekspor komoditas tersebut segera dicabut.

Terbaru, Korea Selatan melalui Menteri Perdagangan, Yeo Han-koo menyampaikan langsung kepada Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi agar larangan ekspor batu bara dicabut.

"Menteri Perdagangan Yeo menyampaikan kekhawatiran pemerintah atas larangan ekspor batu bara Indonsia dan sangat meminta kerja sama dari pemerintah Indonesia untuk memulai kembali pengiriman baru bara," demikian keterangan resmi pemerintah Korsel dikutip dari Yonhap News Agency, Minggu (9/1/2022).

Disebut bahwa Mendag Lutfi mengakui Indonesia menyadari kekhawatiran yang disampaikan oleh pemerintah Korea Selatan dan akan melakukan upaya untuk penyelesaian yang menguntungkan semua pihak.

"Kedua menteri sepakat tentang pentingnya kerja sama dalam jaringan pasokan global dan menekankan perlunya upaya bilateral untuk rantai pasokan komoditas yang stabil," tulisnya.

Sebelumnya, Jepang terlebih dahulu melayangkan protes terkait larangan ekspor batu bara. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji meminta Menteri ESDM untuk mencabut larangan ekspor ini. Pasalnya, beberapa pembangkit listrik dan manufaktur Jepang masih mengandalkan pasokan batu bara dari Indonesia sekitar 2 juta ton per bulan.

"Larangan ekspor yang tiba-tiba berdampak serius pada aktivitas ekonomi Jepang dan kehidupan sehari-hari kami. Kami membutuhkan listrik yang cukup di musim dingin. Oleh karenanya, saya meminta agar larangan ini dicabut untuk Jepang," ujarnya dalam dokumen resmi.

Dirinya juga menawarkan alternatif agar pemerintah Indonesia tetap membuka ekspor batubara jenis High Calorific Value (HCV).

"Jepang kebanyakan mengimpor batubara HCV dibandingkan Low Calorific Value (LCV) yang digunakan pembangkit PLN," ucapnya.

Artikel Asli