6 Fakta Ekspor Batu Bara Dilarang, Erick Thohir dan Luhut Turun Tangan

Ekonomi | okezone | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 04:12
6 Fakta Ekspor Batu Bara Dilarang, Erick Thohir dan Luhut Turun Tangan

JAKARTA Pemerintah melarang ekspor batu bara pada periode 1 - 31 Januari 2022. Larangan ini tertuang dalam Surat Dirjen Minerba No. B-1605/2021 tanggal 31 Desember 2021.

Larangan ini menuai pro dan kontra. Namun, lamgkah pemerintah ini untuk memastikan kehandalan pasokan listrik agar tidak terjadi pemadaman. Di sisi lain pengusaha juga protes.

Berikut fakta ekspor batu bara dilarang yang dirangkum di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

1. Potensi 10 Juta Pelanggan Mati Listrik

Jika pasokan batu bara berkurang dampaknya melibatkan lebih dari 10 juta pelanggan PT PLN (Persero), mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali.

"Kenapa semuanya dilarang ekspor? Terpaksa dan ini sifatnya sementara. Jika larangan ekspor tidak dilakukan, hampir 20 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan daya sekitar 10.850 mega watt (MW) akan padam. Ini berpotensi mengganggu kestabilan perekonomian nasional," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Jamaludin dalam keterangannya.

2. Erick Thohir Tak Mau Negara Lain Lihat RI Tidak Profesional

Menteri BUMN Erick Thohir mewanti-wanti sikap negara lain usai Indonesia melarangan ekspor batu bara. Menurutnya, Indonesia memiliki kontrak batu bara, nikel, timah, dan LNG, yang memerlukan komunikasi dengan negara-negara lain.

Meski ekspor batu bara sementara waktu tidak diizinkan, dia memandang komunikasi dua arah antara otoritas RI dan negara lain harus berjalan baik.

Dia menegaskan, larangan ekspor batu bara hanya berlaku 20 hari ke depan saja. Setelah pasokan sumber daya tersebut terpenuhi, keran ekspor akan kembali dibuka pemerintah.

"Jangan sampai negara lain melihat Indonesia tidak profesional, tetap semuanya harus komunikasi, dan negara lain Insya Allah mendukung lah, selama tidak disetop tahunan, kalau cuma tunda 20 hari, mereka kan juga penuh. Yang penting kita jangan saling menyalahkan, kita turun sesuai instruksi Presiden kita harus selesaikan masalahnya," ujar Erick, Rabu.

3. Ada 25 Perusahaan yang Tidak Dilarang

Sebanyak 25 perusahaan tambang asal Kalimantan Timur (Kaltim) tetap diizinkan mengekspor batu bara di tengah kebijakan larangan ekspor dari Pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Christianus Benny.

"Alhamdulillah sudah kami laporkan kepada pimpinan bahwa ada 25 perusahan tambang di Kaltim yang dibolehkan mengekspor batu bara, karena DMO mencapai 76-100%. Mudah-mudahan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Kaltim melalui ekspor pertambangan," ucapnya, dikutip oleh MNC Portal Indonesia.

Artikel Asli