Profil Juda Agung dan Aida Budiman, Deputi Gubernur BI yang Baru Dilantik Hari Ini

Ekonomi | inewsid | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:44
Profil Juda Agung dan Aida Budiman, Deputi Gubernur BI yang Baru Dilantik Hari Ini

JAKARTA, iNews.id - Ketua Mahkamah Agung resmi melantik Juda Agung dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2022-2027, pada hari ini, Kamis (6/1/2022). Keduanya telah mendapatkan restu dari DPR menjadi Deputi Gubernur BI periode 2022-2027 pada Desember 2021 lalu.

"Berdasarkan surat keputusan Presiden RI No 147/P/2021 tanggal 24 Desember 2021, Saudara Juda Agung dan Aida S. Budiman telah diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia," ujar Ketua Mahkamah Agung HM Syarifuddin, Kamis (6/1/2022).

Berikut profil Juda Agung dan Aida Budiman yang dirangkum MNC Portal Indonesia:

1. Juda Agung

Dikutip dari laman BI, Juda Agung yang lahir di Pontianak pada 1964, sebelumnya menjabat sebagai Asisten Gubernur sekaligus Kepala Kebijakan Makroprudensial BI sejak Tahun 2019. Dia menggantikan Sugeng yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Deputi Gubernur BI.

Setelah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor pada 1987, Juda melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar Master di bidang Commercial dan Social Science pada tahun 1995.

Juda mengawali karir di Bank Indonesia pada 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Tak lama dari itu, lelaki asal Pontianak ini pada tahun 1992 - 1993 menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham hingga meraih gelar S3 PhD di bidang Economics pada tahun 1999. Setelah 3 tahun, Juda kembali dari tugas belajarnya di University of Birmingham.

Pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Setelah itu pada 2002-2003, dia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Selanjutnya, dia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 2003-2006. Di tahun berikutnya, pada 2007-2008 Juda menjadi Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC.

Sepulangnya dari Washington, lelaki berusia 57 tahun ini kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter sejak tahun 2019.

Tak hanya itu, Juda juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), dan Pegawai Penugasan Setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).

2. Aida S. Budiman

Dikutip dari laman BI, Aida S Budiman yang lahir di Bogor pada 1965 ini, akan menggantikan Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi. Dia sebelumnya menempati posisi Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.

Setelah menempuh pendidikan di bidang Agribisnis Institut Pertanian Bogor pada 1987. Aida melanjutkan pendidikan di Southern California University dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics pada tahun 1996. Dari situ, Aida melanjutkan pendidikan di Claremont University dan mendapat gelar Phd di bidang Ekonomi pada tahun 2002.

Dia dikenal memiliki pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural yang diperlukan Indonesia. Sepanjang kariernya di Bank Indonesia sejak 1991, Aida sudah menduduki berbagai jabatan di bank sentral.

Misalnya, Aida pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Internasional (2014 2017). Saat ini, Aida menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter sejak tahun 2018.

Sebelumnya, di tahun 2010 dia dipercaya menjadi Wakil Direktur Eksekutif, International Monetary Fund IMF South-East Asia Voting Group (SEAVG) Office yang beranggotakan 13 negara.

Tak hanya itu saja, Perempuan berusia 56 tahun ini juga pernah menjadi Direktur dan Kepala Grup Hubungan Internasional, Departemen Internasional yang bertugas melakukan perumusan kebijakan internasional di bidang kerja sama kawasan, khususnya posisi Indonesia di Asean.

Artikel Asli