Harga Emas Berjangka Turun Tipis di Tengah Kuatnya Imbal Hasil Obligasi AS

Ekonomi | limapagi.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 08:08
Harga Emas Berjangka Turun Tipis di Tengah Kuatnya Imbal Hasil Obligasi AS

LIMAPAGI - Harga emas berjangka bergerak melemah pada perdagangan Rabu, 5 Januari 2022 waktu setempat. Hal ini karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat melonjak setelah rilis dari pertemuan Federal Reserve terakhir menunjukkan bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan untuk mengekang inflasi.

Melansir Reuters, Kamis, 6 Januari 2022, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen pada USD1.810.56 per ounce. Emas berjangka AS menetap 0,6 persen lebih tinggi pada USD1.825,10.

"Pasar emas telah melihat kemunduran dari tertinggi baru-baru ini dalam menanggapi risalah Fed. Pasar sudah terbebani oleh ekspektasi Fed yang lebih hawkish," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

"Kenaikan imbal hasil obligasi jelas membebani pasar emas. Namun, dukungan yang mendasari premis di pasar ini adalah tekanan inflasi yang sedang berlangsung dan kekhawatiran virus membawa sedikit elemen permintaan safe haven," tambahnya.

Menurut risalah dari pertemuan kebijakan Fed 14-15 Desember, pejabat Fed mengatakan bulan lalu bahwa pasar tenaga kerja AS "sangat ketat" dan mungkin tidak hanya perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi juga mengurangi kepemilikan aset dengan cepat.

Dana Fed berjangka telah memperkirakan peluang 80 persen dari kenaikan suku bunga pada bulan Maret setelah rilis risalah Fed.

Setelah risalah Fed, benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke level tertinggi sejak April 2021, sementara dolar (.DXY) memangkas kerugian.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi emas batangan sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan bahwa bitcoin cryptocurrency akan mengambil pangsa pasar dari emas pada tahun 2022 karena aset digital menjadi lebih banyak diadopsi.

Di tempat lain, perak spot turun 1,1 persen menjadi USD22,78 per ounce, platinum naik 0,9 persen pada USD980,53, dan paladium turun 0,6 persen menjadi USD1.859,30.

Artikel Asli