El Nina Membuat Waktu Panen Beras 2022 Akan Mundur

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:31
El Nina Membuat Waktu Panen Beras 2022 Akan Mundur

Curah hujan tinggi yang berkepanjangan pada akhir tahun 2021 berdampak terhadap panen beras di tahun 2022 akan mundur.

Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso memprediksi panen raya yang awalnya akan terjadi pada Januari 2022 akan mundur akibat di sejumlah daerah karena terdampak cuaca.

"Kami prediksi di Bulog, panen ini akan mundur. Panen Februari 2022 pasti mundur ke Maret, bahkan mundur ke April," ujar Budi dalam konferensi pers, Selasa (28/12/2021).

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait prediksi panen beras atau, hasil pertanian di triwulan I tahun 2022 khususnya beras akan sebanyak 11,61 juta ton.

"Dari BPS, pada 2022, di triwulan pertama itu produksi pertanian kita, khususnya beras itu 11,61 juta ton. Nah ini untuk tiga bulan, dan ini produksi dalam negeri," ujarnya.

Mengacu data tersebut, Budi mengungkapkan dengan asumsi kebutuhan masyarakat Indonesia per bulan adalah 2,6 juta ton, hasil panen itu masih surplus.

"Kalau dikalikan tiga itu hasilnya masih surplus, ini produksi dalam negeri kita. Tapi seandainya cuaca tak menentu, Bulog masih punya stok yang memadai," ungkapnya.

Meski begitu, ia meminta agar masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan beras di Bulog. Ia memastikan pihaknya memiliki stok yang memadai.

"Masyarakat tak usah takut atau khawatir ketersediaan bahan pangan dasar beras. Pemerintah sudah siapkan untuk antisipasi kemungkinan yang terjadi," ujar Budi.

Sebagai informasi, hingga Desember 2021 Bulog berhasil menyerap 1,2 juta ton produksi beras petani lokal.

Dengan demikian sudah dipastikan untuk tahun 2021 ini Pemerintah tidak impor beras untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah.

"Keberhasilan kita dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini merupakan hasil kerja kerasjaringan BULOG di seluruh Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19 dan juga mempertahankan prestasi pemerintah untuk tidak impor beras selama 3 tahun terakhir," ujarnya.

Artikel Asli