Pengusaha Besar Diminta Sediakan Lapak UMKM

Ekonomi | lombokpost | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:03
Pengusaha Besar Diminta Sediakan Lapak UMKM

MATARAM -Pengusaha sektor pariwisata seperti hotel, homestay, rumah makan, restoran, kafe, dan sejenisnya diminta ikut mendorong eksistensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui upaya turut memasarkan produk UMKM dengan menyediakan lapak atau tenda dagang di lokasi-lokasi usahanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman. Sehingga proses dagang atau jual beli berlangsung lebih efektif dan mudah.

Kita minta pengusaha ini bersedia memberikan kesempatan UMKM menjajakan barang dagangannya di sana, kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Masyhuri, Senin (26/12).

Sarannya, 5-10 tenda disiapkan di area mana pun yang strategis. Mereka diberi kebebasan untuk menilai sendiri mana saja UMKM yang sesuai untuk mengisi lapak setempat. Soal jumlah maupun tarif sewa pun pemerintah tak masalah. Kembali lagi, diserahkan pada pemilik lapak atau pengusaha sebagai penyedia. Terpenting, tak ada tumpang tindih atau bahkan berat sebelah antara pilihan UMKM sektor yang satu dengan yang lain. Yang penting seluruh UMKM bisa terwakilkan, katanya.

Bagi UMKM yang tak bisa melapak di sana, pemerintah provinsi tengah menyiapkan Surat Edaran untuk bupati dan walikota. Agar segera memfasilitasi UMKM wilayahnya untuk berpartisipasi dalam event MotoGP. Bertepatan dengan proses kurasi yang saat ini tengah berlangsung oleh pihak penyelenggara. Diharapkan mereka juga dapat mengisi lapak di sejumlah titik seperti parkir timur dan barat bandara, atau di sekitar area sirkuit itu sendiri. Alokasi sebanyak 80 persen untuk UMKM kuliner, dan 20 persen sisanya untuk sektor lain. Seperti ekraf, souvenir, merchandise, dan sebagainya. Untuk jumlah pasti berapa total UMKM yang dilibatkan, kita masih menanti info dari ITDC, katanya.

Selain pengusaha lokal, nantinya Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan memboyong 100 UMKM dari luar daerah seluruh Indonesia. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi UMKM lokal. Proses kurasi akan dilakukan langsung oleh pihak kementerian. Jadi tak semabarang UMKM bisa masuk ke sini, katanya.

Terpisah, Sudirman pemilik usaha Dodol dan Rumput Laut Warisan mengatakan, pihaknya amat menyambut baik kesempatan tersebut. Menurutnya, event internasional bisa menjadi momentum yang pas mengembalikan omzet. Apalagi jika ditunjang dengan sarana, prasarana dan lokasi yang memadai sehingga kenyamanan penjual dan pembeli terjaga.

Namun, ia menekankan pemerintah mengawal aturan ini agar pengusaha mematuhinya. Kita senang sekali kalau bisa melapak di sana, tapi balik lagi pengusahanya bersedia atau tidak, ujarnya. (eka/r9)

Artikel Asli