Ekspor Sawit Bergeliat, BPDPKS Himpun Pungutan hingga Rp69,7 Triliun

Ekonomi | limapagi.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:04
Ekspor Sawit Bergeliat, BPDPKS Himpun Pungutan hingga Rp69,7 Triliun

LIMAPAGI - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendulang dana hingga Rp69,7 triliun dari pungutan ekspor sawit dan produk turunannya. Dana itu dihimpun sejak awal tahun hingga 17 Desember 2021.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menuturkan, kinerja yang positif tersebut berangkat dari penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Alhasil, kinerja ekspor kelapa sawit dan produk turunannya cenderung stabil.

"Dengan program yang dilakukan oleh pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga vaksinasi, ternyata memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu peranan sektor sawit juga menunjukkan tren yang positif," kata Eddy di Jakarta, Selasa 28 Desember 2021.

Dia memastikan pungutan ekspor tersebut akan tetap memerhatikan prinsip from palm oil to palm oil di setiap program. Dana tersebut digunakan untuk menjalankan program-program meliputi pemberian dukungan untuk program mandatori biodiesel, peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana kelapa sawit, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta program promosi dan kemitraan.

Dia menambahkan, seluruh kegiatan prioritas yang dilakukan bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga dan efisiensi biaya produksi yang dilakukan melalui penciptaan kualitas produk yang unggul, kepastian supply, kepastian pasar dan tersedianya infrastruktur yang mendukung, utamanya untuk melakukan transformasi kesejahteraan rakyat melalui industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Pada periode perlambatan ekonomi akibat Covid-19, industri sawit adalah satu dari sedikit kegiatan ekonomi yang masih berjalan dengan baik dan menyumbangkan kekuatan finansial bagi Indonesia," ujarnya.

Dia melanjutkan, kelapa sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan terbukti memiliki peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Salah satunya sebagai sumber devisa negara non migas, penyedia lapangan kerja, serta menjadi bahan baku berbagai industri pengolahan di Indonesia.

Dalam mendukung industri pengolahan di Indonesia, kelapa sawit menjadi tumbuhan industri penghasil minyak masak, minyak industri, margarin, lilin, sabun, industri kosmetik, industri farmasi hingga menjadi bahan bakar biodiesel. Tidak hanya itu, sisa pengolahan kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi kompos, campuran bahan pakan ternak, biogas dan lain sebagainya.

Menurut Eddy, hal tersebut merupakan bukti industri kelapa sawit telah menjadi mesin penggerak perekonomian Indonesia. Hal ini sekaligus meningkatkan taraf hidup banyak orang, memberi akses pendidikan, layanan kesehatan, teknologi dan informasi.

Industri kelapa sawit ini telah berkontribusi pada pendapatan pemerintah, keuntungan bagi perusahaan, lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan bagi petani kecil, ucapnya.

Artikel Asli