LPG Nonsubsidi Naik, Pelanggan Dikhawatirkan Beralih ke LPG Subsidi

Ekonomi | inewsid | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:00
LPG Nonsubsidi Naik, Pelanggan Dikhawatirkan Beralih ke LPG Subsidi

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Persero telah menaikkan harga LPG nonsubsidi sekitar Rp1.600 hingga Rp2.600 per kilogram (kg). Dengan demikian, untuk LPG 12 kg, kenaikan terendah sekitar Rp19.200, sedangkan tertinggi mencapai Rp31.200 dari harga sebelumnya.

Kenaikan LPG berbeda-beda di tiap daerah. Namun di beberapa wilayah, harga LPG 12 kg dibanderol Rp173.000, dari sebelumnya Rp150.000. Kenaikan ini berdampak pada daya beli masyarakat dan dikhawatirkan pelanggan LPG 12 kg akan beralih ke LPG subsidi.

"Saya kira pasti ada pengaruhnya. Saya memang khawatir nanti akan terjadi migrasi dari pengguna LPG NPSO (Non subsidi) ke LPG PSO (subsidi) atau 3 kg mengingat disaparitas harga yang sangat jauh," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia , Selasa (28/12/2021).

Dia menuturkan, di sisi lain, pengguna LPG nonsubsidi adalah masyarakat menengah ke atas yang menilai produk LPG dari faktor keamanannya. Mereka akan berpikir dua kali sebelum beralih karena LPG 12 kg dinilai lebih aman dalam penggunaan.

Pertamina sendiri sudah merugi karena tidak menaikkan harga LPG nonsubsidi sejak 2017, padahal harga Contract Price Aramco (CPA) naik signifikan hingga tahun ini.

"Pertamina jadinya mensubsidi orang yang mampu, karena konsumen LPG NPSO ini hanya 7,5 persen dari total penjualan di Pertamina," ujar Mamit.

Menurutnya, kenaikan harga LPG nonsubsidi dengan besaran Rp1.600 hingga Rp2.600 per kg sudah tepat. Pasalnya, sudah memperhitungkan daya beli masyarakat.

Artikel Asli