Harga Bapok Meroket, Ujian Akhir Tahun Pemerintah Dapat Rapor Merah

Ekonomi | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 10:39
Harga Bapok Meroket, Ujian Akhir Tahun Pemerintah Dapat Rapor Merah

JawaPos.com DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyayangkan beberapa komoditas pada akhir tahun mengalami lonjakan cukup tinggi. Berdasarkan catatan IKAPPI, beberapa komoditas di luar dugaan mengalami kenaikan yang tidak wajar dan baru pertama kali ini terjadi. Hal itu menjadi rapot merah bagi pemerintah dalam pemenuhan pangan.

Terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya, minyak goreng, cabai rawit merah, dan telur. Tiga komoditas yang cukup mengejutkan masyarakat khususnya para ibu di tengah momentum pergantian tahun.

Jujur kami IKAPPI tidak menduga bahwa kenaikan harga pangan yang relatif panjang dan tinggi ini terjadi pada akhir tahun 2021, kata Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan resminya, Selasa (28/12).

Reynaldi menjabarkan, minyak goreng yang mengalami kenaikan yang cukup fantastis belum pernah terjadi. Pemicu melonjaknya harga minyak goreng karena harga kelapa sawit atau CPO dunia sedang tinggi yang mempengaruhi harga minyak goreng curah dan kemasan.

Kami berharap pemerintah mengantisipasi dan melakukan upaya lanjutan sehingga tahun 2022 minyak goreng segera bisa turun harganya, tuturnya.

Kemudian, terkait kenaikan cabai rawit merah karena komoditas yang rutin terjadi pada akhir tahun. Terdapat dua faktor yang membuat harga cukup tinggi yang pertama karena cuaca dan karena permintaan tinggi supply dan demand tidak seimbang.

Pihaknya berharap, kedepannya ada grand design pangan, dan strategi pangan untuk cabai rawit merah agar wilayah-wilayah produksi cabai rawit merah bisa di perbanyak dan bisa di selesaikan persoalan ini sehingga tidak kunjung tinggi harganya setiap tahun, tahun lalu sudah terjadi mencapai Rp100.000 per kilogram, hari ini terjadi kembali bahkan Rp100.000 lebih per kilogram.

Sementara, harga telur yang biasanya berkisar Rp23.000 hingga Rp24.000 hari ini tembus di angka Rp30.000. Hal ini adalah pencapaian terburuk dan berharap harga telur bisa di antisipasi dengan strategi design telur dan ayam yang baik ke depan.

Tiga catatan ini membuat kami memberikan rapot merah kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, kami berharap agar kita bersama-sama menjaga agar harga pangan tidak tinggi dan masyarakat atau konsumen tidak kesulitan mendapatkan pangan, pungkasnya.

Artikel Asli