5 Fakta Harga LPG Nonsubsidi Naik, Besaran hingga Alasannya

Ekonomi | inewsid | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 10:19
5 Fakta Harga LPG Nonsubsidi Naik, Besaran hingga Alasannya

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Persero telah menaikkan harga LPG nonsubsidi, terutama LPG ukuran 12 kilogram (kg). Harga baru tersebut sudah efektif sejak Sabtu kemarin (25/12/2021).

Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. MNC Portal Indonesia telah merangkum fakta-fakta terkait kenaikan harga LPG nonsubsidi, mulai dari besaran hingga alasan Pertamina.

1. Besaran Kenaikan LPG Nonsubsidi

Besaran kenaikan LPG nonsibsidi sekitar Rp1.600-Rp2.600 per kga. Itu karena dengan kenaikan ini jika dikalkulasi, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg termurah menjadi Rp19.200, sedangkan termahal menjadi Rp31.200.

Adapun harga LPG 12 kg refill di kawasan Cawang, Jakarta naik lebih dari Rp20.000.

"Baru naik kemarin tadinya Rp 150.000 naik Rp 23.000, hitung aja jadi Rp 173.000 buat gas 12 kg," katar salah satu penjual gas bernama Wawan (40) di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

MNC Portal Indonesia juga menghubungi call center Pertamina di 135. Rata-rata, harga gas 12 kg mencapai Rp163.000 untuk di wilayah Jabodetabek.

2. Alasan Kenaikan LGP Nonsubsidi

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting mengatakan, kenaikan harga LPG nonsubsidi disebabkan adanya tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun 2021, di mana pada November 2021 mencapai 847 dolar AS per metrik ton, harga tertinggi sejak 2014 atau meningkat 57 persen sejak Januari 2021.

"Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," kata dia.

3. Harga LPG Nonsubsidi Tak Naik Sejak 2017

Irto menyebutkan, harga LPG nonsubsidi tidak naik sejak 2017. Padahal, harga CPA LPG terus naik sepanjang tahun.

"Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (26/12) lalu.

4. Tidak Kerek Harga LPG 3 Kg

Irto menegaskan, kenaikan harga LPG hanya berlaku untuk tabung nonsubsidi. Untuk LPG bersibsidi 3 kg, harganya masih tetap sama.

"Kalau yang subsidi atau LPG 3 kg, tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," ujar dia.

5. LPG RI Lebih Murah dibanding Negara Tetangga

Meski naik, ternyata harga LPG di Indonesia masih tergolong murah dibanding negara-negara tetangga. Irto menjelaskan, untuk Pertamina, harga LPGn dibanderol Rp11.500 per kg (data 3 November 2021).

"Masih kompetitif dibandingkan Vietnam sekitar Rp23.000 per kg, Filipina sekitar Rp26.000 per kg, dan Singapura sekitar Rp31.000 per kg," tuturnya.

Adapun untuk Malaysia dan Thailand, harga LPG relatif rendah. Pasalnya, ada subsidi dari pemerintah masing-masing.

Artikel Asli