Sawit Pilar Utama Pembangunan Ekonomi Rakyat, Ini Strategi yang Disiapkan

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:13
Sawit Pilar Utama Pembangunan Ekonomi Rakyat, Ini Strategi yang Disiapkan

Berdasarkan roadmap sawit yang disusun Bappenas tahun 2019-2045, industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan akan dijadikan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Arifin Rudiyanto dalam laman InfoSAWIT.com menyampaikan, langkah-langkah mencapai visi pengembangan komoditas sawit berkelanjutan dilakukan dengan peningkatan produksi CPO melalui peningkatan produktivitas serta efisiensi pengolahan pasca panen.

Tidak hanya itu, juga dilakukan pengembangan industri hilir (produk nilai tambah tinggi, substitusi impor, promosi ekspor), menerapkan riset dan inovasi industri sawit sebagai sumber pertumbuhan baru berkelanjutan, berupaya mengembangkan ekosistem dan tata kelola industri sawit yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing, serta mengembangkan SDM industri sawit yang kreatif.

Lebih lanjut Arifin mengelompokkan langkah-langkah tersebut menjadi tiga strategi utama yakni peningkatan produktivitas, pengembangan industri hilirisasi sawit, serta penguatan ekosistem, tata kelola dan capacity building berkelanjutan.

Target produktivitas kelapa sawit Indonesia pada 2045 mencapai 6,75 ton/ha setara 92,45 juta ton CPO dan PKO, kata Arifin, dilansir laman InfoSAWIT.com.

Namun, tak dapat dimungkiri, industri kelapa sawit masih dihadapkan pada beragam masalah diantaranya produktivitas rendah. Saat ini, produktivitas kebun sawit Indonesia rata-rata sekitar 3,6 ton/ha, padahal potensi produktivitas kelapa sawit bisa mencapai 7,5 ton/ha. Hal ini dikarenakan masih banyak kebun sawit rakyat yang menggunakan benih sawit non sertifikat, umur tanaman yang sudah tua, serta tidak menerapkan Good Agricultural Practices (GAP).

Artikel Asli