Minyak Sawit Menjadi Driver Pengurangan Angka Kemiskinan di Dunia

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:15
Minyak Sawit Menjadi Driver Pengurangan Angka Kemiskinan di Dunia

Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, yang diikuti Malaysia, Thailand, Nigeria, dan Kolombia. Kendati demikian, berdasarkan data World Bank (2020) diketahui, masih terdapat sekitar 17 persen penduduk miskin dunia yang berada di top-5 negara produsen minyak sawit dunia tersebut.

Berdasarkan studi PASPI (2014), dengan mengambil studi kasus perkebunan sawit di Indonesia menunjukkan perkebunan kelapa sawit mampu berperan penting dalam mengurangi angka kemiskinan. Setiap peningkatan produksi minyak sawit sebesar 10 persen menyebabkan terjadinya penurunan kemiskinan sebesar 7,7 persen, catat laporan PASPI.

Tidak hanya itu, perkebunan kelapa sawit menciptakan kesempatan kerja dan berusaha sehingga meningkatkan pendapatan dan daya beli penduduk miskin pedesaan. Dalam laporan PASPI juga dituliskan, pada tahun 2000, terdapat 2,5 juta KK di Indonesia yang memiliki kebun kelapa sawit dengan luas sekitar 2-25 hektar. Pendapatan petani sawit juga mencapai 5-10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani non sawit.

Berdasarkan studi yang dilakukan Edwards (2019) dalam laporan PASPI menunjukkan bahwa laju penurunan kemiskinan pada kabupatenkabupaten yang memiliki kebun sawit terbesar (sentra sawit) lebih cepat dibandingkan kabupaten-kabupaten yang tidak memiliki kebun sawit.

Pertumbuhan industri minyak sawit dapat menurunkan kemiskinan baik di kawasan pedesaan maupun di kawasan perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit telah menjadi salah satu driver pengurangan kemiskinan di negara-negara produsen minyak sawit dunia, catat laporan PASPI.

Artikel Asli