Kalahkah Elon Musk, Bos Pfizer Terpilih Jadi CEO of the Year

Ekonomi | inewsid | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 07:56
Kalahkah Elon Musk, Bos Pfizer Terpilih Jadi CEO of the Year

NEW YORK, iNews.id - CEO Pfizer Albert Bourla dinobatkan sebagai CEO of the Year oleh CNN Business . Itu karena vaksin Covid-19 termasuk Pfizer membantu kehidupan dalam banyak hal menjadi sesuatu yang normal bagi banyak orang meski pandemi masih jauh dari selesai.

Bourla bergabung dengan pemenang sebelumnya Marc Benioff dari Salesforce, CEO Target Brian Cornell dan Brian Niccol dari Chipotle. CNN Business mempertimbangkan beberapa CEO berpengaruh lainnya untuk penghargaan tahun ini, termasuk Lisa Su dari AMD, Ford Jim Farley, Marvin Ellison dari Lowe, David Solomon dari Goldman Sachs, CEO Alphabet Sundar Pichai, dan Person of the Year Elon Musk dari Tesla (TSLA)/SpaceX.

Tetapi dari beberapa nama itu, Bourla terpilih menjadi CEO of the Year untuk semua yang telah dilakukan Pfizer dalam satu tahun, di mana vaksin Covid menjadi arus utama serta membantu menstabilkan ekonomi Amerika dan dunia.

"Pfizer melakukan banyak hal baik (untuk) kemanusiaan dan kami sangat, sangat bangga akan hal itu. Kami tidak hanya dapat menyelamatkan begitu banyak nyawa, tetapi kami menikmati reputasi perusahaan tingkat tinggi saat ini," kata Bourla, dikutip dari CNN Business , Selasa (28/12/2021).

Meski demikian, Pfizer bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan vaksin. Ada mitranya, BioNTech (BNTX) atau pengembang vaksin saingannya Moderna (MRNA).

Vaksin Pfizer/BioNTech adalah yang pertama disetujui di Amerika Serikat untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. Selain itu, Pfizer telah mengembangkan pil yang secara drastis dapat mengurangi risiko komplikasi parah, rawat inap, dan kematian bagi orang yang tertular virus.

Food and Drug Administration (FOA) mengumumkan telah menyetujui perawatan oral Paxlovid dari Pfizer. Namun Bourla menekankan, pil itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti vaksin.

Di samping itu, dia yakin vaksin miliknya dan BioNTech akan mengendalikan Omicron cukup baik, terutama jika telah menerima dua dosis dan booster . Dia mengakui, ada kemungkinan Pfizer meluncurkan vaksin baru untuk menargetkan Omicron atau varian baru lainnya di masa depan.

Bourla mengatakan, Pfizer sudah mengembangkan vaksin yang ditujukan untuk Omicron, dan dia yakin itu bisa diuji dan diserahkan ke regulator untuk disetujui pada Maret mendatang. Menurut Bourla, jika Pfizer perlu menghasilkan suntikan khusus Omicron, itu tidak akan memperlambat pembuatan vaksin yang ada.

"Kami menargetkan kapasitas produksi tahunan empat miliar (dosis) vaksin kami saat ini. Dan jika kami harus beralih di antara keduanya, yang lama dan yang baru, kami masih akan menghasilkan empat miliar. Kami tidak berharap bahwa kami akan melakukannya. kehilangan volume apa pun," tuturnya.

Bourla mengakui ada pihak sinis yang mempertanyakan apakah Pfizer hanya berusaha menghasilkan uang sebanyak mungkin dari vaksin. Adapun Pfizer pada kuartal III tahun ini berhasil membukukan pendapatan 13 miliar dolar AS dari vaksin dan ditargetkan akan membukukan pendapatan setahun penuh sebesar 36 miliar dolar AS.

Bourla mengatakan, mereka membebankan biaya yang lebih rendah kepada negara-negara berkembang untuk vaksin dibandingkan dengan negara-negara kaya. Dia juga terus menekankan vaksin itu aman dan satu-satunya cara agar kehidupan kembali normal adalah dengan mendapatkan suntikan.

"Jika kita memiliki sejumlah besar orang yang tidak ingin melakukan dosis ketiga atau tidak ingin memvaksinasi sama sekali, itu masalah," ujarnya.

Selain vaksin Covid-19, Pfizer juga telah menjadi perusahaan terdepan dalam mengembangkan banyak obat blockbuster menjanjikan lainnya, seperti pengencer darah Eliquis, pengobatan kanker payudara Ibrance dan pil rheumatoid arthritis Xeljanz, serta keluarga vaksin pneumonia Prevnar.

Artikel Asli