Harga Minyak Dunia Naik, karena Meredanya Kekhawatiran Omicron

Ekonomi | okezone | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 07:16
Harga Minyak Dunia Naik, karena Meredanya Kekhawatiran Omicron

JAKARTA - Harga minyak naik lebih dari dua persen ke level tertinggi sejak akhir November pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah harapan bahwa varian virus corona Omicron akan berdampak terbatas pada permintaan global pada 2022, bahkan ketika melonjaknya kasus menyebabkan pembatalan penerbangan.

Patokan global minyak mentah Brent untuk pengiriman Februarai, terangkat 2,46 dolar AS atau 3,2%, menjadi menetap di 78,60 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari naik 1,78 dolar AS atau 2,4%, menjadi ditutup di 75,57 dolar AS per barel.

Pasar AS ditutup pada Jumat (24/12/2021) untuk liburan perayaan Natal.

Kedua kontrak acuan naik pada Senin (27/12/2021) ke level tertinggi sejak 26 November. Minyak jatuh lebih dari 10 persen pada hari ketika laporan varian baru pertama kali muncul. Harga minyak acuan menguat minggu lalu setelah data awal menunjukkan bahwa Omicron dapat menyebabkan tingkat penyakit yang lebih ringan.

"Meskipun Omicron menyebar lebih cepat daripada varian Covid-19 mana pun, berita yang relatif melegakan adalah bahwa kebanyakan orang yang terinfeksi Omicron menunjukkan gejala ringan, setidaknya sejauh ini," kata Leona Liu, analis di DailyFX yang berbasis di Singapura.

Pemerintah Inggris tidak akan memberlakukan pembatasan baru Covid-19 untuk Inggris sebelum akhir 2021, menteri kesehatannya, Sajid Javid, mengatakan pada Senin (27/12/2021).

Lebih dari 1.300 penerbangan dibatalkan oleh maskapai AS pada Minggu (26/12/2021) karena Covid-19 mengurangi jumlah awak yang tersedia, sementara beberapa kapal pesiar harus membatalkan pemberhentian.

"Gangguan terhadap barang dan jasa dari pekerja yang terisolasi, terutama perjalanan udara, tampaknya menjadi dampak utama sejauh ini," Jeffrey Halley, analis di broker OANDA, mengatakan tentang meningkatnya kasus Omicron.

Artikel Asli