Ciptakan Wirausaha di Momen Nataru, Ini Strategi BNI

Ekonomi | limapagi.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 22:50
Ciptakan Wirausaha di Momen Nataru, Ini Strategi BNI

LIMAPAGI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan program khusus untuk mendorong terciptanya pelaku usaha baru pada momentum Natal dengan tema "Lompat Lebih Tinggi, Berkarya dalam Semangat Natal".

"Bagaimana pun potensi pertumbuhan ekonomi tahun depan tampak sangat baik. Kami harap program ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan menggunakan momentum Nataru yang penuh sukacita ini," kata Corporate Secretary BNI Mucharom di Jakarta, Minggu 26 Desember 2021.

Mucharom menjelaskan dalam program tersebut, BNI mengenalkan program kewirausahaan di 10 Rumah BUMN antara lain Nias Selatan, Maluku Tenggara, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Belu, Katingan, Pontianak, Jayapura, Raja Ampat, dan Sleman. Sejalan dengan program tersebut, perseroan tetap meningkatkan upaya pendampingan UMKM kepada 36 Rumah BUMN di seluruh Indonesia.

BNI mengundang UMKM Rumah BUMN setempat dalam bidang kriya untuk melakukan aktivitas produksi kerajinan tangan seperti menganyam, membatik, membuat kerajinan lainnya di Panti Asuhan serta Panti Wreda, ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, anak-anak serta orang tua di panti memiliki kesempatan belajar bahkan berkontribusi baik dalam hal membuat kerajinan tangan sendiri atau menjadi tenaga bantuan tambahan bagi UMKM Rumah BUMN BNI.

"Di samping itu, hal ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal nasional yang mulai mendunia," ucapnya.

Mucharom melanjutkan BNI juga melakukan kegiatan sosial antara lain seperti memberikan sembako atau kebutuhan kesehatan mencegah Covid-19 seperti Hand Sanitizer dan Masker secukup nya kepada panti-panti tersebut. BNI juga akan memberikan donasi bagi kebutuhan sekolah anak-anak seperti seragam atau sepatu.

"Mengingat tahun 2022 sudah memasuki pembelajaran tatap muka dan mempertimbangkan dua tahun sudah daring karena pandemi, mungkin seragam/sepatu anak-anak sudah sempit, tuturnya.

Artikel Asli