Kerja Sama dengan Huawei, Saham RONY Meroket 142 Persen

Ekonomi | sindonews | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 16:00
Kerja Sama dengan Huawei, Saham RONY Meroket 142 Persen

JAKARTA - Harga saham PT Aesler Grup International Tbk (RONY) mengalami kenaikan cukup fantastis selama sepekan terakhir perdagangan. Tak tanggung-tanggung, RONY meroket 142,42% selama empat hari jalannya bursa yang berakhir di Rp800 per saham dari penutupan akhir sebelumnya di Rp330.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sempat melakukan suspensi perdagangan RONY dalam rangka cooling down pada Kamis lalu (23/12/2021).

Performa tersebut menempatkan RONY di posisi teratas dalam jajaran 10 saham paling cuan atau top gainers pekan ini. Kinerja tersebut membawa performa RONY dalam sebulan naik 161,44%, dengan pertumbuhan year to date melonjak 344,44%.

Pada penutupan Jumat (24/12/2021), RONY berakhir menguat 25,00% di Rp800 per saham dari penutupan sebelumnya di Rp640.

Sebagai catatan, Aesler Grup baru saja meneken kesepakatan bersama Huawei Digital Power untuk membangun data center atau pusat data berkapasitas 88 megaWatt MegaDevelopment. Kedua pihak bakal membangun rangkaian rantai data center dengan konsep EcoGreen-Interconnected di seluruh Indonesia yang disebut Aeslergreenix.

"Dengan fokus pada Eco and Green Energy untuk Pengembangan Data Center, kami berkomitmen pada target kami untuk menjadi penyedia data center teknologi hijau terbesar untuk menyambut Era Digital Indonesia 5.0," kata Direktur Utama Jang Rony Juwono dalam Keterbukaan Informasi, dikutip Minggu (26/12/2021).

Jang Rony memaparkan Aesler-Greenix Mark 1 pertama akan menjadi salah satu rantai data center di Indonesia yang terdiri dari 16 MW, 2500 rak. Efisiensi penggunaan daya sebesar 1,4 yang memenuhi persyaratan Green Data Center. Adapun Mark 2 akan dibangun dalam ukuran 16 MegaWatt dan Mark 3 pada ukuran 56 MegaWatt.

Perseroan merencanakan akan mendirikan Mark 1 Aesler-Greenix di jantung kota Batam, 45 menit dari Singapura sebagai jembatan digital kedua negara. Teknologi yang dipakai adalah Prefabricated Technology dan Artifical Intelligent Control System terbaru yang akan dinilai dapat membantu mentransformasikan Indonesia ke era digitalisasi.

Artikel Asli