Tutup Tahun 2021, PPI Ekspor 600 Ton Kopi ke Mesir

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 16:03
Tutup Tahun 2021, PPI Ekspor 600 Ton Kopi ke Mesir

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) secara berkesinambungan terus lakukan ekspor kopi ke Mesir. Yang terakhir, sebanyak 120 ton pada Desember 2021 ini, di Bandar Lampung pada (23/12/2021). Ekspor kopi ini akan terus dilakukan secara regular di tahun 2022 sesuai MoU yang telah ditandatangani PPI dengan pihak Mesir pada event Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 baru lalu.

PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton terhitung mulai bulan September hingga Desember 2021 setara dengan US$1,2 juta.

"PPI ke depan dalam end state sebagai supply chain ekosistem pangan, salah satunya akan bertindak sebagai ekspor gateway. Kami akan selalu melihat potensi-potensi komoditas yang dimiliki Indonesia dan terutama membawa produk klaster pangan ke pasar internasional. Kami juga telah melakukan pembicaraan terhadap beberapa negara yang memiliki minat cukup besar kepada kopi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Minggu (26/12/2021).

Direktur Komersial dan Pengembangan PPI Andry Tanudjaja sekaligus sebagai Ketua Dewan Kopi Nusantara, menyampaikan bahwa ekspor kopi yang sudah berjalan di PPI ini akan menjadi momentum pengembangan ekspor yang terus ditingkatkan di PPI.

"Ekspor ini sebagai salah satu stagging dalam strategic initiative new PPI pascamerger dengan BGR," paparnya.

PPI sendiri memiliki produk kopi dengan brand Covare yang dihasilkan oleh petani Indonesia dari berbagai daerah, dengan varian seperti Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Sumatera Toba, Papua Blend, dan Papua Wamena. Selain itu juga offtaker seluruh kopi kopi dari wilayah Indonesia yang terkenal kualitasnya di mancanegara.

Trend kopi di Mesir, tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Indonesia menjadi peringkat pertama pengekspor kopi di Mesir dengan presentase 54%. PPI sangat optimis bahwa sinergi ini akan terus meningkat antara petani, buyers, dan pihak yang berkaitan.

"Diharapkan pola penguatan rantai pasok pangan akan menyeluruh dan PPI berperan mulai dari offtake kemitraan kepada petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga hilirisasi (dalam negeri dan luar negeri). Peran PPI harus ditingkatkan untuk mendampingi mitra dalam menjaga kualitas, ketersediaan untuk stok yang berkelanjutan," sebut Andry.

Artikel Asli