Bermodal 1 Mesin Jahit, Wanita Ini Raih Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Baju Muslim

Ekonomi | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:58
Bermodal 1 Mesin Jahit, Wanita Ini Raih Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Baju Muslim

JAKARTA, iNews.id - Perjalanan seorang pengusaha sukses selalu penuh lika liku yang menguji kesabaran dan kekuatan, terlebih untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini yang dilalui Yuniarti, perempuan kelahiran Bandung 1975, sebagai pemilik usaha baju muslim wanita dan anak dengan akun instagram @malaeka_id.

Pada 2017, usaha Yuniarti yang berlokasi di Banten sudah di titik tumbuh pesat dengan omzet mencapai Rp230 juta per bulan. Di masa itu, Yuniarti bahkan sudah merekrut 20 orang karyawan. Produksinya agresif menghasilkan hijab, baju muslim wanita, legging wanita dan mukena. Harga produknya dijual bervariasi, mulai dari Rp15.000 sampai Rp500.000.

Namun siapa sangka, Desember 2018, gulungan ombak Tsunami menerjang pesisir barat dan utara Kabupaten Serang. Bencana tersebut bukan hal yang mudah dilewati begitu saja termasuk oleh masyarakat Serang. Tidak berhenti di situ, awal tahun 2020 giliran Pandemi Covid-19 menyerang dunia dengan dahsyatnya. Tidak terkecuali Indonesia. Semua lini bisnis terkena hantaman, khususnya usaha Yuniarti bahkan nyaris gulung tikar.

Beruntung di saat pandemi dirinya mendapat pertolongan menjadi mitra binaan dari PT Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang mendukung usaha mikro dan kecil di semua sektor.

Pertolongan seperti mitra binaan tentu tidak akan berdampak bagi pengusaha bila tidak disertai semangat wirausaha yang tinggi. Komitmen menjadi wirausaha terbentuk dari perjalanan waktu atau rekam jejaknya.

Khusus untuk Yuniarti, rekam jejaknya berawal dari kepindahannya ke Banten untuk ikut suami merantau. Dirinya lalu terpacu ingin juga mencoba peruntungan dalam berbisnis. Langkah awal usahanya dengan menjual emping balado di Banten. Namun ternyata ini tidak menjadi awal yang mulus seperti yang dimimpikan.

Kemudian pada 2014, Yuniarti kembali mencoba peruntungan di bidang usaha berbeda. Saat itu, dia mencoba usahanya di bidang pakaian muslim wanita dan anak. Saat itu usahanya hanya dibantu 1 orang karyawan yang sebelumnya hanya tukang jahit permak keliling di lingkungan rumahnya.

Usaha ini dimulai saat saya mencoba memakai hijab, ternyata jauh lebih rapi dan terlihat cantik. Foto saya menggunakan hijab saya posting, dan teman-teman ingin memesan hijab yang saya gunakan hingga akhirnya saya merasa ini adalah peluang bisnis. Dari situ suami saya memberikan hadiah ulang tahun mesin jahit dengan harga Rp600 ribu, yang mana hal tersebut sebagai modal untuk saya mulai berbisnis, jelas Yuniarti di Jakarta (26/12/2021).

Namun dengan tekad yang kuat, Yuniarti terus berinovasi untuk dapat memenuhi permintaan pasar dengan tidak terbatas. Dirinya memproduksi fashion wanita dan mulai melakukan penjualan secara online.

Untuk dapat bertahan di masa pandemi, seluruh pengusaha harus tetap produktif dan terus berinovasi. Karena itu Pertamina mengedukasi para mitra binaan untuk bergeser dari penjualan secara konvensional untuk beralih ke penjualan secara online. "Hal tersebut untuk mengantisipasi penumpukan produksi tanpa pasar," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan.

Melalui program kemitraan, Pertamina hadir sebagai energi bagi Usaha Mikro dan Kecil. "Bersama-sama kita menggerakkan roda ekonomi masyarakat, kata Eko.

Program mitra binaan bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) di bidang sosial. Dengan cara ini, Pertamina optimistis dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Artikel Asli