Transformasi Digital Jadi "Game Changer" di Sektor Jasa Keuangan

Ekonomi | koran-jakarta.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:22
Transformasi Digital Jadi "Game Changer" di Sektor Jasa Keuangan

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pandemi Covid-19 yang sudah terjadi hampir dua tahun ini menjadi momentum akselerasi transformasi digital termasuk di industri jasa keuangan, di mana teknologi telah menjadi kebutuhan vital masyarakat.

"Ini tercermin dari pola konsumsi dan kehidupan masyarakat yang mentransmisi menjadi less touch economy dan digital minded," ujar Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Imansyah dalam Webinar bertajuk "Digital Tranformation for Resilience and Competitiveness in Post-Pandemic Era" di Jakarta, Kamis (23/12).

Karena itu, lanjutnya, transformasi digital menjadi game changer di sektor jasa keuangan dalam melayani nasabahnya sehingga dapat bertahan terhadap tekanan dan tetap memiliki kinerja yang positif.

"Di sektor jasa keuangan akselerasi transformasi digital menjadi game changer bagi penyediaan aktivitas keuangan seluruh masyarakat diantaranya memperluas akses keuangan kepada masyarakat dan UMKM serta mewujudkan ekonomi digital yang lebih inklusif dengan produk dan layanan yang lebih berkualitas, efisien, dan sesuai kebutuhan nasabah," jelas Imansyah.

Dia bilang, pihaknya telah memfasilitasi sektor jasa keuangan untuk melakukan pengembangan digital melalui berbagai kebijakan dan hasilnya cukup menggembirakan.

Dalam kesempatan sama, Direktur Teknologi Informasi & Digital PT Pegadaian (Persero) Teguh Wahyono sependapat bahwa transformasi digital dapat meningkatkan daya tahan perusahaan terhadap tekanan dampak pandemi Covid-19. Lebih dari itu, ekspansi usaha dengan memanfaatkan digitalisasi juga mampu memberikan peluang dan nasabah baru.

"Kami dengan digitalisasi seperti digital online channeling dengan e-commerce berhasil menggaet nasabah muda. Ini saya kira sangat penting untuk kondisi perusahaan karena masuk ke nasabah yang lebih muda, lebih panjang jangka waktunya," pungkasnya.

Ke depan, dengan mengoptimalkan kolaborasi dan masuk ke ekosistem digital serta ke segmen ultra mikro, Pegadaian optimistis kinerjanya dapat kembali tumbuh double digit di tahun 2022. "Tahun depan kami sangat optimis. Harga emas tidak turun lagi puncaknya di 2020, suku bunga masih manageable itulah kenapa kami mencanangkan tumbuh double digit lagi. Dan dengan resilient transformasi kita yang jauh lebih siap, kami siap mnyongsong masa depan yang lebih digital," kata Teguh.

Kepala Divisi Bisnis 1 PT Jamkrindo Wakhyu Hidayatullah mengungkapkan, segmen UMKM merupakan salah satu segmen yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, UMKM perlu diselamatkan dengan memberikan penjaminan kredit modal kerja. Survei Bank Indonesia (BI) menyebutkan 87,54 persen UMKM terdampak Pandemi Covid-19. Dari total itu 93,24 persen di antaranya terdampak negatif dari sisi penjualan.

"Melalui jaminan kredit, maka UMKM yang memiliki bisnis yang layak tetapi belum bankable, dapat difasilitas untuk akses permodalan. Selain itu, penjaminan merupakan Risk Guarantor bagi lembaga keuangan (bank /Non Bank) yang membantu menjaga Non Performing Loan tetap terkendali dan membantu optimalisasi CAR perbankan," tuturnya.

Selain Pegadaian dan Jamkrindo, hadir pula sebagai narasumber CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, Direktur Utama BPD Riau Kepri Andi Buchari, dan Direktur Kemanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Parawisata Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Edit Prima.

Artikel Asli