Bill Gates Ungkap Hal yang Paling Membuatnya Khawatir Jelang 2022

Ekonomi | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 12:30
Bill Gates Ungkap Hal yang Paling Membuatnya Khawatir Jelang 2022

NEW YORK, iNews.id - Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates optimistis menyambut tahun baru. Meski demikian, ada hal yang membuatnya khawatir menjelang 2022.

Dalam postingan blog akhir tahunnya, dengan judul " Alasan untuk optimistis setelah tahun yang sulit ", dia membuat beberapa prediksi, mulai dari pandemi Covid-19 yang berpotensi berakhir hingga kebangkitan metaverse.

Kendati begitu, satu masalah bisa memperlambat atau menggagalkan sebagian besar kemajuan itu. Dia memperkirakan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Ini salah satu masalah yang paling saya khawatirkan menjelang 2022," tulisnya, dikutip dari CNBC , Minggu (22/12/2021).

Lembaga publik, kata Gates, perlu menjadi pemain utama dalam mengatasi perubahan iklim atau mencegah pandemi berikutnya. Tetapi mereka hanya dapat melakukannya jika orang-orang menolak pedoman prinsip mereka.

"Jika orang-orang Anda tidak mempercayai Anda, mereka tidak akan mendukung inisiatif baru yang besar. Dan ketika krisis besar muncul, mereka cenderung tidak mengikuti pedoman yang diperlukan untuk menghadapi badai," ujarnya.

Ketidakpercayaan seperti itu menjadi sangat jelas sejak pandemi melanda, di mana misinformasi Covid telah menyebar di AS dan seluruh dunia, sehingga menghambat tingkat vaksinasi negara itu dan pada akhirnya menunda akhir pandemi.

Tetapi penelitian yang dilakukan Pew Research Center dari masa pra-Covid menunjukkan tren yang sama. Dalam jajak pendapat pada 2019 terhadap orang dewasa Amerika, 75 persen responden mengatakan, kepercayaan sesama warga mereka pada pemerintah federal menyusut.

Sebanyak 64 persen responden lainnya mengatakan, kepercayaan orang Amerika satu sama lain juga menyusut. Dan sekitar empat dari 10 responden berpikir ketidakpercayaan membuat lebih sulit untuk menangani masalah seperti perawatan kesehatan, imigrasi, dan kekerasan dengan menggunakan senjata.

Dalam postingan blog Gates, dia mencatat, siklus berita 24 jam, berita utama berinsentif politik, dan media sosial masing-masing memainkan peran dalam kesenjangan yang semakin besar dan pemerintah mungkin perlu mengatur platform online untuk secara efektif menghilangkan informasi yang salah.

Ini sudah menjadi fokus beberapa anggota parlemen di Washington D.C. Pada Oktober lalu, mantan teknisi Facebook Frances Haugen bersaksi di depan komite Senat tentang krisis informasi yang salah, sebuah langkah awal yang potensial menuju peraturan platform media sosial.

Waktu mungkin sangat penting. Gates menyatakan keprihatinan tanpa intervensi cepat, masyarakat Amerika mungkin tumbuh lebih mungkin untuk memilih politisi yang secara terbuka mengekspresikan dan mendorong ketidakpercayaan. Efek bola salju kemudian dapat menyebabkan publik menjadi semakin kecewa.

Ini adalah masalah yang sulit untuk dipecahkan. Bahkan Gates mengatakan, dia tidak yakin bagaimana melanjutkannya.

"Di sinilah biasanya saya akan memaparkan ide-ide saya tentang bagaimana kami memperbaiki masalah. Yang benar adalah, saya tidak punya jawaban. Saya berencana untuk terus mencari dan membaca ide orang lain, terutama dari anak muda. Saya berharap generasi yang tumbuh secara online akan memiliki ide-ide segar tentang bagaimana mengatasi masalah yang begitu mengakar di internet," tutur Gates.

Artikel Asli