Kementerian PUPR Akui Pembangunan Rumah Nonformal Belum Maksimal

Ekonomi | limapagi.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 11:31
Kementerian PUPR Akui Pembangunan Rumah Nonformal Belum Maksimal

LIMAPAGI - Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto menyatakan masih ada potensi pembangunan rumah nonformal yang perlu segera digarap berbagai pihak terkait.

"Saat ini, pemerintah hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen pembangunan perumahan formal melalui APBN. Potensi perumahan nonformal masih cukup besar sekitar 70 hingga 80 persen dan itu harus segera digarap dengan baik karena sangat dibutuhkan masyarakat," katanya di Jakarta, Minggu 26 Desember 2021.

Iwan menyadari pembangunan perumahan di Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga memerlukan dukungan dari seluruh pihak baik pegawai maupun mitra kerja perumahan untuk membentuk tim kerja yang kompak untuk melaksanakan tugas pembangunan perumahan.

Saya bukan 'Superman'. Tapi, saya ingin semua pihak khususnya semua pegawai Ditjen Perumahan yang ada di pusat dan balai, satker (satuan kerja), PPK (pejabat pembuat komitmen) di daerah termasuk mitra kerja perumahan untuk membentuk super team perumahan yang kompak," ujar Iwan.

Untuk itu, dia membuka diri untuk menerima berbagai masukan dari berbagai pihak untuk mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sejak dilantik Menteri PUPR beberapa hari lalu, kata Iwan, dirinya langsung melaksanakan rapat pimpinan di lingkungan Ditjen Perumahan bersama para pejabat terkait serta melakukan koordinasi internal untuk melihat progres dan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

Selain itu, ujar dia, konsolidasi internal tersebut juga melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun prognosis rencana pembangunan perumahan tahun 2022 mendatang.

"Setelah dilantik kemarin, saya langsung melakukan rapat pimpinan untuk evaluasi apa yang sudah dicapai hingga akhir 2021 ini, Sejumlah pekerjaan yang belum selesai harus diselesaikan dengan baik dan memanfaatkan peluang yang ada karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan perumahan dari pemerintah," ucapnya.

Ke depan, kata Iwan, Ditjen Perumahan ingin memastikan bahwa hasil pembangunan rumah untuk masyarakat di lapangan memiliki kualitas yang baik. Pihaknya juga akan menyusun prioritas program perumahan agar program perumahan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima bantuan.

Artikel Asli