Harga LPG di Indonesia Lebih Murah dari Vietnam dan Filipina, Segini Selisihnya

Ekonomi | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 11:27
Harga LPG di Indonesia Lebih Murah dari Vietnam dan Filipina, Segini Selisihnya

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Perseroan melakukan penyesuaian harga LPG nonsubsidi mulai Sabtu (25/12/2021) karena tidak naik sejak 2017. Adapun harga LPG Indonesia ternyata masih lebih murah dibanding beberapa negara Asia lainnya.

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting menjelaskan, kenaikan harga ini dilakukan untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus naik sepanjang 2021.

"Penyesuaian harga LPG nonsubsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," kata dia kepada MNC Portal Indonesia , Minggu (26/12/2021).

Irto menjelaskan, hingga November 2021, CPA LPG sudah mencapai 847 dolar AS per metrik ton, meningkat 57 persen sejak Januari 2021. Ini adalah harga tertinggi sejak 2014.

Untuk besarannya, harga LPG nonsubsidi naik Rp1.600 hingga Rp2.600 per kg. Angkanya berbeda tiap daerah untuk menciptakan kesetaraan harga dan mendukung penyeragaman harga LPG ke depannya.

"Pertamina akan memastikan stok dan distribusi LPG berjalan dengan maksimal serta melanjutkan edukasi penggunaan LPG yang tepat sasaran," tutur Irto.

Sementara untuk LPG subsidi, Irto menegaskan tidak ada penyesuaian harga. "Harga masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," ujar dia.

Sementara itu, Irto menuturkan, harga LPG di Indonesia masih tergolong murah dibanding negara-negara tetangga. Untuk Pertamina, harga LPG dibanderol Rp11.500 per kg (data 3 November 2021).

"Masih kompetitif dibandingkan Vietnam sekitar Rp23.000 per kg, Filipina sekitar Rp26.000 per kg, dan Singapura sekitar Rp31.000 per kg," ujarnya.

Adapun untuk Malaysia dan Thailand, harga LPG relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing.

Artikel Asli