6 Fakta Serikat Pekerja Pertamina Ancam Mogok Kerja, Nomor 4 Mengejutkan

Ekonomi | okezone | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 04:15
6 Fakta Serikat Pekerja Pertamina Ancam Mogok Kerja, Nomor 4 Mengejutkan

JAKARTA Serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), berencana akan mogok kerja dari 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022. Hal itu dilakukan karena Pertamina dinilai gagal membangun hubungan harmonis dengan para pekerja.

Berikut fakta serikat pekerja Pertamina ancam mogok kerja yang dirangkum di Jakarta, Minggu (26/12/2021).

1. Pemenuhan BBM pada Masyarakat Tersalurkan

Terkait hal tersebut, VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman menyebut kebutuhan pemenuhan BBM kepada masyarakat tersalurkan.

"Sebagai BUMN, Pertamina termasuk seluruh pekerja bertanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memastikan ketahanan energi nasional. Pekerja juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan penugasan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG hingga ke pelosok wilayah 3T agar masyarakat terus dapat beraktivitas," kata Fajriyah dalam keterangan resmi.

Menurut dia, terlebih saat ini, Indonesia sedang berjuang keluar dari pandemi Covid-19 sehingga roda perekonomian nasional harus terus didorong bergerak.

"Untuk itu, kami berharap seluruh pekerja Pertamina ikut bertanggung jawab dalam mengamankan objek vital nasional (obvitnas) di area operasi dan menjauhkan dari segala ancaman dan gangguan sebagai bentuk kontribusi kita pada bangsa dan negara, mengingat kawasan, infrastruktur dan instalasi energi tersebut sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan energi di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

2. Respons Ahok

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta Direksi perseroan segera menyelesaikan permasalahan dengan serikat pekerja.

Di mana, ada rencana mogok kerja yang dilayangkan Forum Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB). Ahok sendiri enggan membeberkan hasil komunikasinya dengan Direksi perusahaan.

"Bisa nanya ke Direksi (Pertamina)," ujar Ahok saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Artikel Asli