Loading...
Loading…
Molor, Smelter PT Timah (TINS) Baru Bisa Beroperasi Semester II-2022

Molor, Smelter PT Timah (TINS) Baru Bisa Beroperasi Semester II-2022

Ekonomi | okezone | Jumat, 24 Desember 2021 - 12:04

JAKARTA - Operasional smelter PT Timah Tbk (TINS) mundur dari rencana awal tahun ini menjadi di tahun depan. Alasannya karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya pemerintah menekan penyebaran virus corona.

Kemunduran waktu operasi smelter karena adanya PPKM pada Juli 2021. Jadi dia mundurnya 100 hari. Harapannya April 2022 mulai commissioning, kuartal kedua lah mulai jalan, kata Direktur Operasi TINS, Alwin Albar, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (24/12/2021).

Disampaikannya, smelter Ausmel merupakan pengganti teknologi yang lama. Seperti mobil harus overhaul, ketika sudah waktunya ini kita nggak overhaul, dan diganti sama ini (Ausmelt). Kapasitas yang selama ini 30.000-35.000, sekarang bisa jadi 40.000 dan lainnya bisa lebih efisien, kemampuan kadar kualitas lebih tinggi, ungkapnya.

Jika sudah beroperasi komersial, smelter Ausmelt Furnace diperkirakan mampu menghasilkan EBITDA sekitar USD26,31 juta per tahunnya. Pembangunan smelter ini menelan sebagian dari anggaran belanja belanja modal atau capital expenditure (capex) TINS tahun ini. Untuk 2021 sendiri, TINS menganggarkan capex Rp1,9 triliun. Sampai kuartal III-2021, realisasi capex TINS mencapai sekitar Rp500 miliar. Adapun, untuk pembangunan smelter Ausmelt sendiri anggarannya mencapai USD1,2 triliun.

Sementara Sekretaris Perusahaan TINS, Abdullah Baswedan menambahkan, perseroan tengah fokus pada pengembangan smelter Ausmelt Furnace yang diperkirakan bisa mulai beroperasi pada kuartal II-2022.

Sebelumnya smelter tersebut ditargetkan beroperasi akhir tahun ini. Asal tahu saja, proyek tersebut menjadi salah satu proyek strategis yang akan diselesaikan pada 2022.

Kita masih fokus penyelesaian Ausmelt yang akan selesai kuartal II-2022. Ini jadi proyek strategis yang akan lebih mengefisiensikan terkait dengan proses pembangunan,kata Abdullah.

Perseroan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tahun buku 2021 yang memutuskan dan menyetujui pengangkatan Achmad Ardianto sebagai direktur utama perseroan menggantikan M Riza Pahlevi Tabrani. Sebelum ditunjuk untuk memimpin PT Timah, Achmad Ardianto menjabat sebagai Direktur Utama PT Garam (Persero).

Original Source

Topik Menarik

{