Loading...
Loading…
Kawasan Industri Hijau Serap 300.000 Tenaga Kerja, Jokowi: Siapkan SDM

Kawasan Industri Hijau Serap 300.000 Tenaga Kerja, Jokowi: Siapkan SDM

Ekonomi | inewsid | Selasa, 21 Desember 2021 - 12:34

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah pusat dan daerah mempersiapkan SDM untuk mendukung kawasan industri hijau yang diperkirakan menyerap 300.000 tenaga kerja.

Pernyataan itu, disampaikan Presiden Jokowi, saat meresmikan groundbreaking pembangunan kawasan industri hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada hari ini, Selasa (21/12/2021).

"Saya meminta ini kepada para menteri juga gubernur dan juga bupati, agar persiapkan SDM dalam mendukung kawasan industri ini. Karena ini, membutuhkan SDM-SDM yang memiliki kualifikasi yang baik. Siapkan mulai sekarang," kata Jokowi, Selasa (21/12/2021).

Persiapan SDM itu bukanlah tanpa alasan. Jokowi menyebut kawasan itu akan menyerap hingga 300.000an tenaga kerja. Dimana di masa konstruksi saja akan muncul kurang lebih 100.000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Sementara saat beroperasi nanti bisa mencapai 200.000 tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Dalam masa kontruksi tadi disampaikan bahwa akan muncul kurang lebih 10.000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Pada saat operasi hanya di sini saja, belum anak cucu turunan dari produk-produk yang dihasilkan itu 60.000. perkiraan saya lebih dari 200.000 plus anak cucu turunan dari produk-produk yang dihasilkan," tutur Jokowi.

Dia menjelaskan, transformasi ekonomi Indonesia akan dimulai dari kawasan industri hijau tersebut. Namun yang paling penting adalah kawasan ini akan melahirkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.

"Dan yang paling penting penciptaaan lapangan pekerjaan yang sangat besar. Juga akan memberikan income kepada negara, pendapatan kepada negara dalam bentuk baik pajak maupun non pajak," ujar Jokowi.

"Sehingga akan memperbaiki neraca transaksi berjalan kita. Memperbaiki nanti kalau eksport neraca perdangangan kita yang sudah bertahun-tahun kita tidak bisa menyelesaikan. Dan tentu saja devisa akan masuk," ungkap Jokowi.

Original Source

Topik Menarik

{