Loading...
Loading…
Sulit Betul Jadi Anies… Keputusan Anies Baswedan Ditentang Pengusaha, Musni Umar Kembali Bersuara

Sulit Betul Jadi Anies… Keputusan Anies Baswedan Ditentang Pengusaha, Musni Umar Kembali Bersuara

Ekonomi | wartaekonomi | Selasa, 21 Desember 2021 - 03:51

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya merivisi sekaligus juga megabulkan tuntutan buruh soal kenaikan upah minimum provinsi (UMP).

Anies memutuskan untuk menaikkan UMP DKI 5,1% atau senilai Rp 225.667 yang mana naik dari Rp 4.453.935,536 menjadi Rp 4.641.854. Diketahui sebelum direvisi, UMP DKI Jakarta cuma naik Rp 37.749.

Tentu revisi UMP DKI Jakarta ini disambut hangat oleh buruh, tetapi tentu tidak dinafikanm ada beberapa pihak yang menilai bahwa kenaikan ini adalah sebuah hal yang sulit diterima. Pihak tersebut antara lain adalah pengusaha.

Mengutip laman suara.com, Ketua Umum Apindo DKI Jakarta, Hariyadi B Sukamdani menyatakan, aturan yang bakal diikuti adalah Keputusan Gubernur sebelumnya yang menaikkan UMP sebesar 0,85 persen atau Rp 37.749.

Bunyi suara atau pendapat demikian banyak yang keluar yang intinya adalah mempertanyakan mengapa Anies melakukan hal tersebut.

Mengetahui hal tersebut, Musni Umar yang merupakan seorang Sosiolog dan juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun ikut bersuara.

Dalam cuitan di akun twitternya, Musni menyatakan bahwa suara rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi.

Menurutnya siapapun yang mendapatkan posisi kepeminimpinan, harus mendengarkan dan memperhatikan suara rakyat.

Dalam demokrasi yang berdaulat rakyat. Siapapun yang memimpin kalau tahu & hayati demokrasi, pasti dengar dan perhatikan suara rakyat, cuit Musni dalam akun Twitter pribadi sebagaimana dikutip di Jakarta, Senin (20/12/21).

Menurut Musni, jeritan buruh adalah suara rakyat juga yang perlu didengarkan dan mendapatkan perhatian.

Karena rakyat atau buruh sudah menjerit atau bersuara, maka sosok Anies yang memang pemimpin di DKI Jakarta harus mengambil tindakan, dan itulah yang akhirnya Anies penuhi. Musni juga menyinggung bahwa jika merasa tak puas bisa ajukan ke PTUN.

Buruh demo desak revisi UMP, Anies dengar jeritan buruh, dia penuhi. Kalau ada yg tdk puas bawa ke PTUN, tambah Musni dalam cuitannya.

Terakhir Musni juga mengingatkan bahwa keputusan apapun tidak akan bisa membuat puas semua pihak.

Dlm demokrasi yg berdaulat rakyat. Siapapun yg memimpin kalau tahu & hayati demokrasi, pasti dengar dan perhatikan suara rakyat. Buruh demo desak revisi UMP, Anies dengar jeritan buruh, dia penuhi. Kalau ada yg tdk puas bawa ke PTUN. Keputusan apapun tdk bisa memuaskan semua. https://t.co/aYpkaDosMM

Musni Umar (@musniumar) December 20, 2021
Original Source

Topik Menarik

{