Loading...
Loading…
Target Rp900 Triliun, BPKM Kejar Sisa Investasi Rp230 Triliun pada 2021

Target Rp900 Triliun, BPKM Kejar Sisa Investasi Rp230 Triliun pada 2021

Ekonomi | limapagi.id | Kamis, 09 Desember 2021 - 15:09

LIMAPAGI - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis target investasi sebesar Rp900 triliun bisa tercapai hingga akhir 2021. Saat ini, realisasi investasi dalam sembilan bulan pertama baru mencapai Rp659,4 triliun atau 73 persen dari target.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/BKPM Indra Darmawan menuturkan, untuk mengejar target tahun ini, pihaknya masih membutuhkan investasi sekitar Rp230 triliun. Sisa target investasi tersebut diyakini bisa tercapai dalam akhir Desember ini.

"Sampai sembilan bulan pertama di kuartal ketiga 2021 itu sudah tercapai 73 persen dari target tahun ini, yaitu targetnya itu Rp900 triliun. Dari Rp900 triliun itu sudah tercapai sekitar RP659 triliun jadi sekitar Rp230 triliun lagilah untuk tiga bulan terakhir," katanya di Jakarta, Kamis 9 Desember 2021.

Dia mengakui, optimesme pencapaian target itu berangkat dari realisasi investasi pada kuartal ketiga kemarin. Saat itu, realisasi investasi berhasil dikumpulkan sebanyak Rp216 triliun.

Padahal, pada periode tersebut, yaitu Juli hingga Agustus, Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19 gelombang kedua akibat virus varian Delta. Kasus harian Covid-19 bahkan mencetak angka hingga 50.000.

Alhasil, kebijakan pembatasan pun disiapkan melalui Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga level 4. Dengan kebijakan tersebut, praktis mobilitas terhambat sehingga menganggu aktivitas ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 yang sempat menyentuh 7,07 persen akhirnya anjlok menjadi 3,5 persen di kuartal III.

"Yang menggembirakan di kuartal tiga kemarin kita mencatat dalam tiga bulan itu Rp216 triliun sendiri. Padahal praktisnya kita cuma kerja cuma satu bulan, yaitu di September karena Juli dan Agustus itu PPKM Level 4," ujarnya.

Dengan pembatasan yang dilonggarkan, dia mengakui aktivitas ekonomi mulai bergeliat. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi membuat peluang untuk menambah investasi kian besar.

"Lalu sektor-sektornya juga karena ini mulai mobiltiasnya tinggi, bangkit dan mulai pulih. Mobilitas masyarakat yang teratas itu adalah sektor-sektor konsumsi dan sektor telekomunikasi. Transportasi sudah menggeliat yang terkait dengan distribusi dan perdagangan dan juga sektor-sektor lain yang didukung untuk bisa menciptakan realisasi investasi," ucapnya.

Original Source

Topik Menarik

{