Loading...
Loading…
3 Proyek Rp324,4 Miliar Perkuat Pasokan Listrik DKI Jakarta

3 Proyek Rp324,4 Miliar Perkuat Pasokan Listrik DKI Jakarta

Ekonomi | sindonews | Kamis, 09 Desember 2021 - 11:01

JAKARTA - PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan pasokan listrik DKI Jakarta untuk pemulihan ekonomi setelah kasus positif Covid-19 melandai, dengan mengoperasikan tiga infrastruktur kelistrikan senilai Rp324,4 miliar.

Tiga infrastruktur tersebut adalah Extension 2 Line Bay Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Grogol, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV GrogolTomang, dan GIS 150 kV Tomang.

General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin menyampaikan, ketiga proyek ini akan menyokong ketersediaan listrik ke pelanggan bisnis dan rumah tangga yang sudah mulai tumbuh kembali, khususnya di sistem kelistrikan Jakarta Barat.

Ketiga proyek di bawah pengawasan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) tersebut berhasil diberikan tegangan secara berurutan. Diawali dengan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol pada Kamis (02/12) pukul 02.45 WIB, disusul SKTT 150 kV Grogol Tomang pada Jumat (03/12) pukul 02.09 WIB dan diakhiri dengan energize GIS 150 kV Tomang yang tercatat mulai bertegangan pukul 11.42 WIB.

"Dengan resminya pemberian tegangan terhadap tiga infrastruktur ini, sistem kelistrikan di ibu kota terutama kawasan Jakarta Barat akan semakin andal," ujar Ratna dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Ratna mengungkapkan, tujuan pembangunan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol dan GIS 150 kV Tomang adalah untuk pembagian beban (load sharing) dengan GI 150 kV Kebon Jeruk dan GIS 150 kV Grogol. Beban trafo yang sebelumnya tinggi nantinya akan berkurang dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih baik karena pemadaman listrik pada pelanggan dapat diminimalisir.

"Karena tingginya beban trafo yang ada di GI ini, menyebabkan sulitnya melakukan pemeliharaan, sehingga kondisi instalasi menjadi tidak sehat," imbuh Ratna.

Pembangunan ketiga proyek ini menelan biaya investasi mencapai Rp324,4 miliar, dengan pemenuhan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 93,15% untuk Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol. Sementara aspek TKDN untuk GIS 150 kV Tomang mencapai 64,82%, dan 87,11% untuk SKTT 150 kV Grogol-Tomang.

"Hal ini merupakan komitmen kami untuk turut menggerakkan industri dalam negeri," pungkas Ratna.

Ratna pun mengakui, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya muncul saat proses pembangunan Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol yang berada di dalam lokasi GIS 150 kV Grogol.

Ketika dilakukan penyambungan Ext 2 LB arah Tomang harus melakukan pemadaman total pada 1 Gardu Induk (GI). Kondisi tersebut tidak memungkinkan dilakukan karena 2 trafo yang ada digunakan untuk menyuplai listrik di kawasan bisnis seperti Mal Taman Anggrek, Mal Ciputra, dan termasuk sebagai cadangan listrik di wilayah Ring 1.

"Akhirnya solusi didapat setelah bersinergi dengan pihak-pihak terkait, yaitu menerapkan lompatan (jumper) dari SUTT 150 kV Grogol - Grogol Baru secara langsung ke trafo, dengan banyak proteksi agar tidak terjadi pemadaman. Setelah terhubung, barulah GI tersebut dapat dipadamkan dan dilakukan pekerjaan untuk Ext 2 LB," jelasnya.

Original Source

Topik Menarik