Daun Talas Beneng asal Jawa Tengah Tembus Pasar Australia

Ekonomi | limapagi.id | Published at Sabtu, 04 Desember 2021 - 00:45
Daun Talas Beneng asal Jawa Tengah Tembus Pasar Australia

LIMAPAGI - Daun talas beneng kini menjadi salah satu komoditas pertanian di Jawa Tengah yang diminati pasar ekspor. Sebanyak 3,3 ton daun talas beneng dikirim ke Australia belum lama ini. Pelepasan ekspor daun talas beneng dilakukan di Depo Pemeriksaan dan Perlakuan Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo hadir langsung melepas ekspor daun talas beneng. "Ini 3,3 ton ke Australia. Per kilogramnya harganya 2 dolar AS," katanya saat Pelepasan Ekspor Komoditas Daun Talas Beneng.

Menurutnya, daun talas ini memiliki peruntukan sebagai substitusi atau pengganti tembakau. Jika tembakau memiliki kandungan nikotin, daun talas tidak memiliki kandungan nikotin.

Dia mengakui masyarakat belum begitu mengetahui kandungan daun talas. Padahal potensinya menjanjikan. Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahannya untuk menanam daun talas.

Ditambahkan, pemprov terus berupaya agar ekspor tetap berjalan. Pihaknya akan mendorong agar daun talas tetap ditanam, sehingga hasilnya bisa diekspor. Seperti halnya komoditas potensial lainnya yaitu porang, kacang tanah, dan sebagainya.

Namun yang terpenting, kata dia, komoditas tersebut mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu. Baru setelahnya, untuk kebutuhan ekspor.

Pihaknya juga tengah menggencarkan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Meski demikian, mengingat masa pandemi yang belum selesai, ditambah ancaman varian virus lain, pihaknya mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan. Prokes, fumigasi, kesehatan harus baik. Pelaksanaan di lapangan, pelaksanaan di eksportir, kita tetap prokes, tegasnya.

Petani daun talas dari Desa Pucung, Kabupaten Semarang Afrida Al Fatah mengatakan, pihaknya telah mengembangkan daun talas sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah, sudah berkembang. Saya punya inisiatif sejak dua tahun lalu mengembangkan daun talas, kata Afrida.

 
Artikel Asli