Jamkrindo Pede Kinerja Tahun 2021 Lampau Target

Ekonomi | limapagi.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:15
Jamkrindo Pede Kinerja Tahun 2021 Lampau Target

LIMAPAGI - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) optimistis tren akselerasi kinerja perusahaan terjaga hingga akhir tahun ini. Hal ini sejalan pada kuartal III-2021 mencatat laba sebelum pajak mencapai 95 persen dari target tahun ini.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan menjelaskan kinerja bisnis yang positif tersebut tidak terlepas dari kebijakan perusahaan untuk melakukan konsolidasi bisnis secara prudent untuk menjaga kinerja berkelanjutan.

Kami fokus pada strategi penerapan tata kelola yang baik, termasuk 4 eyes principles, pengelolaan portofolio secara prudent untuk meningkatkan profitabilitas, memperkuat konsolidasi internal, efisiensi beban usaha, serta meningkatkan kolaborasi sesama anggota holding Indonesia Financial Group, katanya, Jumat, 26 November 2021.

Melansir Antaranews, berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit itu, Jamkrindo berhasil membukukan laba sebelum pajak (EBT) 2020 sebesar Rp722,47 miliar, naik 297,75 persen dibanding tahun sebelumnya Rp181,64 miliar.

Laporan keuangan yang telah diaudit tersebut mencerminkan tata kelola keuangan yang baik dan menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan untuk menghasilkan kinerja positif pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini selaras dengan tagline holding Indonesia Financial Group (IFG) yaitu prudent, progress, power.

Putrama menjelaskan pada periode hingga Desember 2020 Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp188,61 triliun.

Menurut dia, program pemerintah menjadi motor penggerak penjaminan PT Jamkrindo dengan rincian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp102,67 triliun dan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp8,7 triliun.

Dalam kondisi pandemi, beban klaim tercatat masih terkendali, meskipun mengalami kenaikan dari Rp1,74 triliun pada 2019 menjadi Rp1,83 triliun.

Di tengah pandemi ini, kami menekankan pada sustainability dan pencadangan yang kuat, katanya.

Pada 2020, kata Putrama, Jamkrindo meningkatkan pencadangan klaim menjadi sebesar Rp4,18 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,57 triliun. Peningkatan cadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan pada tahun berikutnya. Adapun dari sisi aset, Jamkrindo mencatatkan aset pada 2020 sebesar Rp19,12 triliun, naik 14,03 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp16,77 triliun.

Dalam clearance meeting audit diungkapkan bahwa penerapan PSAK 71 di perusahaan secara langsung pada tahun efektif dari standar tersebut adalah prestasi yang sangat baik, bahkan dengan opini Tanpa Modifikasian, kata Putrama.

Artikel Asli