Mas Anies oh Mas Anies... Biasanya Juga Puasa Ngomong, Kok Klaim Dipelintir

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Jumat, 26 November 2021 - 13:54
Mas Anies oh Mas Anies... Biasanya Juga Puasa Ngomong, Kok Klaim Dipelintir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih memilih melakukan wawancara soal Formula E di podcast Close the Door milik Deddy Corbuzier ketimbang menggelar Press Conference (Preskon) bareng wartawan di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, dirinya lebih nyaman menjalankan sesi wawancara yang disiarakan di saluran youtube tersebut ketimbang dengan wartawan karena dia beranggapan selama ini wartawan kerap memotong kutipan darinya, sementara di podcast Close the Door semua proses wawancara ditayangkan tanpa dipotong sedikitpun.

"Karena (kutipan) enggak dipotong," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Walau mengklaim wartawan kerap memotong kutipan darinya, Anies Baswedan selama sebenarnya tidak banyak berbicara masalah Formula E kepada wartawan, bahkan dirinya terkesan menghindar ketika disodori pertanyaan soal Formula E. Ini bukan hanya sekali, tetapi kejadian yang sama kerap berulang.

Tidak hanya soal Fomula E, Anies juga kebanyakan bungkam soal isu-isu yang kontroversial lainnya, misalnya saja kasus korupsi lahan rumah DP nol rupiah di Munjul, Jakarta Timur, yang menyeret beberapa anak buahnya.

Ujung-ujungnya semua permasalahan di DKIJakarta di jawab oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).

Bungkam dengan isu-isu kontroversial, Anies justu rajinmengundang wartawan dalam berbagai acara atau sosialiasi kebijakan yang isi pemberitaannya satu arah.

Pada dasarnya, wartawan yang bertugas di Balai Kota kebanyakan berasal dari media massa yang sudah terdaftar di Dewan Pers. Artinya mereka dianggap profesional, patuh pada asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta Kode Etik Jurnalistik.

Jika Anies atau pihak lain merasa dirugikan oleh pemberitaan wartawan, maka juga bisa melaporkan ke dewan pers atau mengajukan hak jawab yang harus difasilitasi media massa bersangkutan.

Artikel Asli