Baca Baik-baik! Apa Itu NFT yang Sedang Dipopulerkan Ridwan Kamil?

Ekonomi | limapagi.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:15
Baca Baik-baik! Apa Itu NFT yang Sedang Dipopulerkan Ridwan Kamil?

LIMAPAGI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru-baru ini turut mempopulerkan Non-fungible Tokens atau NFT. Pasalnya, NFT akan menjadi transformasi kesejahteraan bagi pelaku ekonomi kreatif. Lantas, apa itu NFT?

Dalam video yang diunggah di akun twitter pribadinya, Ridwan Kamil mengajarkan pelaku seni untuk menjual lukisannya di marketplace, Opensea. Hal ini Seiring dengan logika baru ekonomi digital, dirinya akan mentransformasi kesejahteraan baru newmind economy untuk para pelaku ekonomi kreatif.

"Yaitu bantu menjualkan karya-karya seniman jalanan di bursa aset digital dunia yaitu NFT via pasar marketplace Opensea," ujarnya dalam keterangan video tersebut, Jumat, 26 November 2021.

NFT adalah sebuah duplikasi resmi yang menyerupai sebuah aset yang asli. Jadi, karya-karya seni atau karya teknologi yang diedarkan dan dijual secara resmi, namun barang aslinya hanya satu saja dan disimpan oleh si pencipta.

Kemudian pelelangan dilakukan secara terbuka dan karyanya akan ditukarkan atau dibeli dengan cryptocurrency. Setelah itu, si Pembeli akan tercatat sebagai pemilik atau memiliki sertifikasi yang resmi. Sebelumnya, suatu karya tersebut juga telah terdaftar di HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Sistem NFT tentunya cocok dengan pencipta atau penemu teknologi. Suatu karya dilelang dengan sistem NFT dan dibeli dengan kripto. Karena menggunakan sistem blockchain, NFT mengadopsi sifat efisien, sehingga penjualan karya lewat NFT bisa terjadi secara fantastis, seperti apa yang dilakukan oleh Jack Dorsey dan Elon Musk, ungkap CEO Indodax Oscar Darmawan saat dikonfirmasi.

Selain itu, NFT juga mengadopsi sifat blockchain yang mendukung sifat transparansi dan keamanan. Karena setiap karya akan tercatat dan terdaftar secar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sehingga teknologi NFT juga tentunya bisa mengurangi dan memberantas pembajakan.

Maka, tidak heran sudah banyak musisi dan produser film di Amerika dan Eropa yang telah sukses menjual karya-karya mereka dengan sistem pelelangan NFT. Seperti artist indie Pinot. Sebuah karyanya terjual dengan 3,25 ETH.

Menurut Oscar Darmawan, sistem pelelangan karya lewat NFT juga bisa dilakukan oleh para developer dan seniman di Indonesia. Karena NFT dapat menjual sebuah karya dengan efisien dan hasil yang fantastis.

Selain itu, teknologi NFT ini juga dapat memberantas pembajakan di Indonesia. Karena dengan teknologi NFT, si pencipta bisa menggugat para duplikator yang membajak karyanya dengan sembarangan.

Tidak bisa dipungkiri pembajakan masih banyak terjadi di Indonesia di tengah berkembangnya teknologi secara cepat seperti sekarang. Namun, NFT dan blockchain bisa menjadi solusi atas permasalahan ini, jelas Oscar.

Teknologi NFT ini membuat penggunaan kripto lebih banyak lagi. Tentunya besar kemungkinan teknologi NFT dapat meningkatkan permintaan secara masif, sehingga harga kripto bisa meningkat.

Dia berpendapat, blockchain adalah suatu bidang teknologi baru yang selama ini melahirkan Bitcoin dan altcoin. Kemudian juga melahirkan decentralized finance dan kemudian NFT. Ke depan, masih akan ada lagi bidang blockchain yang baru dan akan berkembang.

Untuk membeli karya NFT, biasa dilakukan dengan Ethereum. Aset kripto ini merupakan yang paling favorit setelah Bitcoin.

Blockchain hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama ini. Bukan hanya soal teknologi dan financial atau Bitcoin melulu, tetapi blockchain juga hadir semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti NFT ini, tutupnya.

Artikel Asli