Pengguna QRIS Makin Banyak, Sudah Lampaui Target 2021

Ekonomi | lombokpost | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:56
Pengguna QRIS Makin Banyak, Sudah Lampaui Target 2021

MATARAM -Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji mengungkapkan, pengguna Quick Response Indonesian Standars (QRIS) terus bertambah. Tercatat hingga kini jumlah pengguna QRIS NTB 121.755 merchant.

Target yang ingin dicapai pada 2021 berjumlah 121.200 merchant. Artinya, pengguna QRIS NTB sudah berhasil melampaui target. Ekspansi QRIS kita agresif didorong bahkan lebih unggul dibanding beberapa provinsi lain, katanya.

Ia menekankan,capaian tersebut tak lepas dari kesadaran pelaku usaha berbagai sektor. Termasuk ekonomi kreatif, transportasi, hingga pariwisata untuk mulai menggunakan transaksi nontunai alias cashless. Utamanya selama perhelatan WSBK pekan lalu. Pihaknya pun saat ini tengah mengakumulasi capaian transkasi menggunakan QRIS selama WSBK.

Yang jelas, tak sedikit pengguna baru yang merasakan kemudahan transaksi berkat QRIS. Sebab menurutnya, pengalaman pribadi pengguna menjadi kunci penting untuk memperluas target capaian QRIS di NTB.

Masyarakat belum terbiasa, sehingga ketika user experience ini didorong tentu makin banyak yang sadar kemudahannya dan memilih menggunakan QRIS, papar Heru.

Selain pelaku usaha, pihaknya juga menyasar instansi pemerintah kabupaten dan kota untuk bertransaksi menggunakan QRIS. Dengannya pemda bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Misalnya penggunaan QRIS untuk pembayaran parkir, retribusi pedagang di pasar, transportasi, hingga fasilitas pariwisata, bahkan pembayaran bansos non tunai, kata Heru.

BI juga membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk mendorong penggunaan QRIS di instansi pemerintahan. PAD semakin naik, bermuara pada terciptanya ekonomi yang lebih inklusif di daerah, imbuhnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTB I Putu Dedy Saputra mengatakan, transformasi dan adaptasi platform digital diperlukan pelaku usaha. Tak hanya berpaku pada metode pembayaran, tapi juga pemasaran. Sehingga bisnis mereka dapat tumbuh lebih cepat dan lebih mampu bersaing.

Pihaknya pun meluncurkan platform digital HipmiNet untuk para pelaku usaha, khususnya skala UMKM binaan Hipmi. Termasuk pelatihan menciptakan konten kreatif di sosial media.

Karena pemasaran tak hanya soal posting online saja. Tapi berbagai ide kreatif pemasan juga, imbuhnya. (eka/r9)

Artikel Asli