Apindo: Hati-Hati Aksi Mogok Kerja Tak Sah Bisa Dianggap Undur Diri

Ekonomi | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 09:33
Apindo: Hati-Hati Aksi Mogok Kerja Tak Sah Bisa Dianggap Undur Diri

JawaPos.com Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merespon rencana aksi mogok kerja nasional yang digelar oleh para buruh pada 6 hingga 8 Desember 2021 mendatang. Diperkirakan akan ada 2 juta buruh dari 100 ribu pabrik yang akan ikut dalam aksi mogok kerja nasional tersebut.

Direktur Apindo Research Institute P. Agung Pambudhi memandang, mogok kerja memang merupakan hak dari para pekerja dan diatur dalam sederet peraturan ketenagakerjaan. Namun aksi mogok kerja yang akan diselenggarakan dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mogok yang ada (dalam UU Ketenagakerjaan) adalah mogok kerja, yang merupakan akibat gagalnya dari perundingan, kata Direktur Apindo Research Institute P. Agung Pambudhi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (25/11).

Agung menjelaskan, mogok kerja yang diizinkan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu melakukan perundingan terlebih dahulu dengan pengusaha. Jika tidak mencapai kesepakatan, baru berhak melakukan aksi mogok kerja.

Pada pasal 140 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Kenagakerjaan, bahwa mogok kerja dapat dilaksanakan bila ada pemberitahuan SP atau SB secara tertulis kepada pengusaha dan dinas tenaga kerja sekurang-kurangnya 7 hari sebelumnya dan memuat alasan mogok kerja. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka mogok kerja tersebut menjadi tidak sah, jelasnya.

Jika aksi mogok kerja tersebut tidak sah, kata Agung, dapat berakibat pada kelangsungan nasib para pekerja di suatu perusahaan. Berdasarkan Kepmenaker Nomor 232 Tahun 2003 di pasal 6 disebutkan bahwa mogok kerja yang tidak sah akan dikualifikasikan sebagai mangkir dan bisa dianggap sebagai pengunduran diri.

Lalu apabila pengusaha melakukan pemanggilan kepada pekerja yang melakukan mogok kerja untuk kembali bekerja sebanyak 2 kali berturut-turut dalam waktu 7 hari, maka pekerja atau buruh tersebut ketika dia tidak memenuhi pemanggilan dapat dianggap sebagai pengunduran diri.

Itu norma peraturan perundang-undangan menyangkut tentang mogok kerja, pungkasnya.

Artikel Asli