Tak Disangka! 28% Minyak Goreng Curah di Pasaran Ternyata Daur Ulang Jelantah

Ekonomi | okezone | Published at Kamis, 25 November 2021 - 23:05
Tak Disangka! 28% Minyak Goreng Curah di Pasaran Ternyata Daur Ulang Jelantah

JAKARTA - Minyak goreng curah yang beredar di pasar tradisional ternyata asalnya dari jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Namun, minyak jelantah itu diolah kembali dan dijual dalam bentuk minyak goreng curah.

"Menurut pandangan kami, minyak goreng yang beredar dalam bentuk curah itu 25%-28% asalnya dari jelantah yang diolah kembali," ungkap Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga kepada MNC Portal Indonesia.

Dia menjelaskan, menurut penelitian dari beberapa negara, minyak goreng curah itu dilarang di beberapa negara karena menyebabkan penyakit. "Makanya, saya bilang, stop aja," tegas Sahat.

Dengan demikian, lanjutnya, GIMNI menyambut baik pelarangan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Bahkan pihaknya telah menanti keputusan itu sejak 11 tahun terakhir.

Sejak 2010 hingga 2021, sudah banyak pelaku industri yang tergabung dalam GIMNI telah melakukan investasi miliaran Rupiah untuk mesin packing. Namun, mesin tersebut belum dapat digunakan dengan optimal sampai saat ini. Tapi ketetapan penyetopan belum kunjung terealisasi.

"(Selama ini) maju mundur terus. Investasi ini bermiliar-miliar tapi enggak pernah dipakai. 11 tahun loh kami nunggu. Anggota kami sudah jenuh. Sampai akhirnya Juni 2021 kemarin kami minta kepastian jangan mundur lagi dan bisa terealisasi pada 1 Januari 2022," ujarnya.

Artikel Asli