Sri Mulyani Kejar Target Aset Eks BLBI hinga Rp110,45 Triliun

Ekonomi | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:55
Sri Mulyani Kejar Target Aset Eks BLBI hinga Rp110,45 Triliun

LIMAPAGI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) untuk mengumpulkan seluruh hak tagih negara dari para obligor dan debitur. Jumlah hak tagih negara dari mereka mencapai Rp110,45 triliun.

Dia mengkaui, jumlah hak tagih negara yang baru bisa dikumpulkan masih jauh dari target. Tercatat, hak tagih yang dikumpulkan hingga saat ini mencapai Rp492,2 miliar.

"Kita semuanya tahu bahwa hak tagih negara dari para obligor dan debitur itu mencapai Rp110,45 triliun. Jadi kalau hari ini baru sekitar setengah triliun itu masih jauh banget. Masih banyak yang harus dikerjakan," kata Sri Mulyani dalam Penandatanganan Perjanjian Hibah BLBI di Jakarta, Kamis 25 November 2021.

Aset eks BLBLI yang terkumpul sebanyak Rp492,2 miliar telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bogor Rp345,7 miliar dan tujuh Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp146,5 miliar.

Dia berharap Satgas BLBI tetap menyiapkan langkah-langkah koloboratif dan sinergis untuk mendorong para obligor dan debitur menunaikan kewajibannya. Pemerintah, kata Sri Mulyani, tetap meningingkan itikad baik mereka sehingga mau menyerahkan hak tagih negara.

"Yang beritikad baik kita sambut. Yang tidak beritikad baik tetap kita lakukan, kita akan terus mintakan hak tagih negara," ujarnya.

Sebagai informasi, aset eks BLBI salah satunya berupa tanah di Kota Bogor seluas 103.290 M2. Tanah ini itu rencananya digunakan untuk membangun Ibu Kota Baru Bogor.

"Tadi pertama hibah ke Wali Kota Bogor, yang beliau menyampaikan pak Bima akan membuat ibu kota baru di lokasi," ucapnya.

Artikel Asli