Kisah Orang Terkaya: Zhang Jindong, Pendiri Raksasa E-commerce China, Pemegang Saham Inter Milan

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:35
Kisah Orang Terkaya: Zhang Jindong, Pendiri Raksasa E-commerce China, Pemegang Saham Inter Milan

Pengusaha dan miliarder China, Zhang Jindong telah menjadi salah satu orang terkaya dunia. Pria kelahiran 1963 ini adalah salah satu pendiri dan pemegang saham terbesar di Suning Commerce Group, salah satu raksasa e-commerce di China yang berkantor pusat di Nanjing, Provinsi Jiangsu.

Selain itu, ia juga memiliki 100% saham di Suning Holdings Group, 65% saham di Suning Real Estate, serta 48,1% saham di Suning Appliance Group sebagai pemegang saham terbesar kedua. Zhang Jindong lahir di Provinsi Anhui dan lulus dari Universitas Normal Nanjing jurusan sastra China.

Zhang Jindong bersama dengan kakak laki-lakinya Zhang Guiping membuka toko di Ninghai Road sudut Jalan Jiangsu di Nanjing dengan menjual AC dan produk terkait pada tahun 1990. Merek Suning berasal dari satu kata masing-masing dari Jiang-su dan Ning-hai yang merupakan nama jalan.

Kemudian Zhang Guiping berhenti dari bisnis ini dan memilih beralih ke real estat, yang sekarang dikenal sebagai Suning Universal. Namun, Zhang Jindong juga memulai perusahaan real estate miliknya sendiri dengan Suning Real Estate.

Lebih lanjut, Zhang Jindong mengembangkan toko kecilnya menjadi grup bisnis raksasa, Grup Suning, dalam kurun waktu 15 tahun.

Pada tanggal 6 Juni 2016, Zhang Jindong, melalui perusahaan induknya Suning Holdings Group, menandatangani kontrak untuk membeli saham mayoritas di klub sepak bola Italia Inter Milan dengan membeli saham yang ada melalui rekapitalisasi.

Kesepakatan itu disetujui oleh rapat umum luar biasa pada 28 Juni 2016, yang setelah kesepakatan, Suning Holdings Group memiliki 68,55% saham seharga USD300 juta (Rp4,2 triliun).

Pada Juli 2021, Zhang Jindong mengundurkan diri sebagai ketua Suning.com, di mana ia memegang peran sebagai ketua kehormatan. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya sekitar USD7,4 miliar (Rp105 triliun) pada tahun 2021.

Ia juga terpilih menjadi anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebuah badan pemerintah senior.

Artikel Asli