IHSG Diprediksi Lanjutkan Tren Penguatan

Ekonomi | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 08:40
IHSG Diprediksi Lanjutkan Tren Penguatan

LIMAPAGI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat. Hal ini ditopang sentimen dari luar, terutama penguatan bursa AS.

Mengutip riset Samuel Sekuritas, Kamis, 25 November 2021, IHSG akan menguji uptrend line serta berpotensial rebound. Sementara itu, ada peluang lanjut rally selama uptrend line tidak patah.

Seperti diketahui, Bursa AS semalam ditutup cenderung menguat, yaitu S&P500 naik 0,2 persen, Nasdaq naik 0,4 persen, dan DJIA turun tipis 0,03 persen. Kenaikan ini didorong antara lain oleh rilis kinerja positif sejumlah emiten di periode kuartal III-2021 (HP dan Dell), dan juga rilis data initial jobless claims yang turun ke level terendah sejak tahun 1969.

Dalam risalah pertemuan The Fed yang dirilis malam tadi, disebutkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempercepat proses tapering dan menaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya apabila inflasi terus meningkat. Yield UST 10Y turun 1,3 persen ke level 1,65 persen, namun indeks dollar AS naik 0,4 persen ke level 96,9.

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat; nikel naik 2,8 persen menjadi USD20.908 per ton, timah naik 2,8 persen ke level USD39.975 per ton, batu bara naik 3,7 persen ke level USD184 per ton, emas naik 3,2 persen menjadi USD1,791 per toz, CPO naik 1,3 persen ke level RM4,909 per ton, dan harga minyak turun 0,2 persen ke level USD78.4 per bbl.

IHSG ditutup menguat +0,1 persen ke level 6,683, dengan net sell asing di pasar reguler mencapai Rp435,1 miliar dan net buy asing di pasar negosiasi sebesar Rp855,3 miliar.

Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp129,9 miliar), MTEL (Rp83,9 miliar), dan ADRO (Rp77,4 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi dicatatkan oleh PGAS (Rp51,2 miliar), YULE (Rp49,2 miliar), dan ARTO (Rp30,3 miliar).

Artikel Asli