Tekanan Diprediksi Masih Berlanjut

Ekonomi | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 25 November 2021 - 08:15
Tekanan Diprediksi Masih Berlanjut

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih tertekan, hari ini (25/11), seiring kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun dan penguatan dollar AS. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati risalah pertemuan komite kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada November lalu untuk melihat petunjuk baru soal percepatan tapering off .

Kemarin, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik lebih dari 5 basis poin ke level 1,684 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah 30-tahun naik 6 basis poin. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun tergelincir setelah menyentuh level tertinggi sejak Maret 2020 pada Senin (22/11).

"Ada risiko bahwa The Fed dapat mempercepat tapering (dari program stimulus pembelian obligasi) dan pada gilirannya berarti jadwal pengetatan dapat dimajukan, berkontribusi pada dollar yang lebih kuat," kata ahli strategi mata uang Sim Moh Siong di Bank of Singapura.

Seperti diketahui, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (24/11) sore, ditutup melemah 7 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.265 rupiah per dollar AS.

"Dollar AS menguat yang dipicu oleh spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve," tulis Tim Riset Monex Investindo dalam kajiannya di Jakarta.

Artikel Asli