Ini Alasan Buruh Tolak Keras Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Ekonomi | okezone | Published at Jumat, 15 Mei 2020 - 04:12
Ini Alasan Buruh Tolak Keras Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menaikan iuran BPJS Kesehatan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2020 yang merevisi Perpres nomor 82 tahun 2018 terkait kenaikan iuran tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, buruh menolak keras akan peraturan tersebut. Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari penolakan KSPI terhadap kenaikan iura BPJS Kesehatan.

Pertama, melanggar ketentuan Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Kedua, KSPI menilai kenaikan tersebut bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam UU 40/2004 tentang SJSN dan UU 24/2011 tentang BPJS. Di mana disebutkan, bahwa BPJS Kesehatan bukanlah BUMN. Tetapi berbentuk badan hukum publik.

Ketiga, Mahkamah Agung sudah membatalkan Pepres No 75 Tahun 2019 yang sebelumnya menaikkan iuran. KSPI menilai, seharusnya untuk sesuatu yang sudah diputuskan oleh hukum, harus dijalankan. Tidak boleh diakal-akali untuk memaksakan kehendak.

Baca selengkapnya:

Artikel Asli