Bisnis Frozen Food Kian Moncer, Beejay Seafood Tingkatkan Produksi Hingga 60 Ton per Bulan

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Minggu, 14 November 2021 - 19:15
Bisnis Frozen Food Kian Moncer, Beejay Seafood Tingkatkan Produksi Hingga 60 Ton per Bulan

Produsen makan olahan ikan beku ( frozen ) Beejay Seafood mulai memperluas jaringan bisnis di beberapa wilayah di Jatim, seperti Surabaya dan Malang. Perusahaan yang berpusat di wilayah Probolinggo ini akan mengandalkan 17 varian frozen food untuk mengusai pasar lokal.

Direktur Operasional Beejay Seafood, Juda Mangitung, secara tegas mengatakan bahwa konsumsi makan frozen food masih tinggi. Untuk itu, kata Juda sapaanya, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi 60 ton per bulan dari jumlah produksi sebelumnya 15 ton per bulan dari produk frozen food merek BeeJay Chef.

"Kami lebih fokus ke demostik karena pangsa pasar frozen makan olahan ini cukup tinggi serta edukasi manfaat konsumsi makan ikan. Sejak tahun 2020 hingga 2021, market share alami kenaikan sekitar 40 persen. Nah, derngan data ini, tahun depan kami akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 60 ton per bulan," terang Juda di Surabaya, Minggu (14/11/2021).

Lebih lanjut Juda menjelaskan, untuk mendukung kenaikan jumlah produksi itu, pihaknya segera mempersiapkan lahan untuk pembangunan pabrik baru yang berada di wilayah Probolinggo.

"Ke depan kami akan memperluas tempat produksi di wilayah Probolinngo. Kami sengaja memilih wilayah ini karena bahan baku (ikan) mudah dari nelayan. Bahkan saat ini, bahan baku untuk produksi frozen food masih limpah," ujarnya.

Di sisi lain, Juda mengungkapkan, pihaknya optimis produknya bisa diterima pasar karena olahan ikan merupakan makanan yang sehat, berprotein tinggi, tetapi tetap praktis. Bahan baku yang digunakan BeeJay Chef menurutnya berasal dari ikan kakap merah dan keluarga kakap.

Disinggung data dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, soal nilai ekspor subsektor peternakan Indonesia tahun ini mulai naik 39 persen, secara tegas Juda mengatakan, akhir tahun ini pihaknya akan menargetkan ekspor ke kawasan Eropa. Hal ini melihat tren konsumsi makanan olahan di wilayah Eropa cukup tinggi.

"Tentunya, kami segera meningkatkan jumlah kapasitas serta lahan dalam produksi nondemostik dengan kualitas barang untuk pasar luar negeri," pungkasnya.

Artikel Asli