Peluang Investasi Infrastruktur di Indonesia Hadiri di Dubai Expo

Ekonomi | wartaekonomi | Published at Minggu, 14 November 2021 - 07:33
Peluang Investasi Infrastruktur di Indonesia Hadiri di Dubai Expo

Paviliun Indonesia memperkenalkan peluang investasi pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pada minggu ke-7 Dubai Expo 2021 melalui forum bisnis terkait regulasi serta peluang investasi bidang konstruksi di Indonesia.

Indonesia memerlukan anggaran sebesar US$ 430 milyar. Dari kebutuhan anggaran tersebut, hanya 30% yang bisa ditutupi oleh APBN.

Untuk menutupi 70% gap keuangan tersebut, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan agar tetap kompetitif dan menarik seperti skema pembiayaan kreatif jalan aralle insentif pajak untuk penanaman modal baru.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan UU Cipta Kerja membuka kesempatan lebih besar bagi pengusaha untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan terdapat dua platform yang bisa digunakan pengusaha untuk masuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Pertama sebagai perseroan terbatas milik asing. Kedua sebagai badan usaha jasa konstruksi asing.

Saat ini terdapat 24 proyek baik yang bersifat solicited dan unsolicited senilai US$19 miliar, di mana terdapat 10 proyek Public Private Partnership (PPP) yang siap ditawarkan senilai US$ 9.2 miliar. Proyek-proyek tersebut terdiri dari 9 proyek jalan aralle 1 proyek bendungan, kata Basuki.

Selain Forum Bisnis, Paviliun Indonesia juga menayangkan konten digital terkait dukungan Kementerian PUPR terhadap lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), pengembangan kawasan timur Indonesia, peningkatan aksesibilitas antar wilayah, serta pengembangan kawasan khusus.

Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) merupakan bagian dari program 10 Bali Baru yang dicanangkan pemerintah. Destinasi-destinasi yang termasuk dalam 5 DPSP ini adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Lima destinasi tersebut tak hanya dapat menjadi daya tarik wisatawan saja, tetapi juga dapat menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.

Artikel Asli