Loading...
Loading…
Perusahaan Farmasi Jepang Uji Coba Obat Corona dari Plasma Darah

Perusahaan Farmasi Jepang Uji Coba Obat Corona dari Plasma Darah

Ekonomi | inewsid | Kamis, 14 Mei 2020 - 10:15

TOKYO, iNews.id - Perusahaan farmasi asal Jepang, Takeda Pharmaceutical berencana melakukan uji coba obat virus corona pada awal Juli 2020. Obat tersebut berbasis anti bodi dari darah penyintas Covid-19.

Presiden Divisi Terapi Plasma Takeda, Julie Kim mengatakan, uji coba klinis itu melibatkan ratusan pasien dan memakan waktu beberapa bulan. Jika sukses, perusahaan berencana mengajukan izin dari regulator AS.

"Kapan produk ini tersedia setelah uji klinis belum bisa diketahui, tapi kami berharap sebelum akhir tahun bisa mendapatkan informasi untuk penggunaan lebih luas," kata Julie dilansir CNBC , Kamis (14/5/2020).

Penggunaan plasma darah dari pasien yang sembuh dari virus corona sejauh ini belum teruji. Beberapa rumah sakit saat ini menyimpan plasma darah dari pasien yang sembuh dan menyuntiknya kepada pasien yang belum sembuh. Soal efektivitasnya masih dipelajari.

Takeda menawarkan anti bodi dengan dosis yang berstandar sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik dari plasma yang belum diproses. Selain itu, anti bodi ini juga tidak dibatasi oleh golongan darah.

Sejauh ini belum ada produk untuk mengobati virus corona yang disetujui oleh BPOM AS. Sejumlah perusahaan seperti Gilead sudah memperoleh izin penggunaan remdesivir untuk pengobatan namun sifatnya darurat.

Sekumpulan pasien yang menjadi subjek uji coba Takeda akan diberikan kode TAK-888. Dia mengakui tantangan uji coba tersebut terletak pada terbatasnya donasi darah dari penyintas.

"Sumber darah sangat langka, apalagi antibodi dalam darah tidak bertahan lama dan kami harus menemukan orang-orang yang sembuh dalam periode tertentu," ujar Julie.

Takeda bekerja sama dengan sembilan perusahaan farmasi lain untuk mengembangkan terapi plasma darah untuk pasien Covid-19. Proyek kerja sama yang disebut dengan The CoVIg-19 Plasma Alliance itu di antaranya melibatkan Biotes AG, CSL Behring, dan Octapharma Plasma.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{